Pasar Buku Palasari: Ikon Literasi Kota Bandung di Tengah Era Digital
VISI.NEWS | KOTA BANDUNG - Di tengah gempuran era digital dan maraknya toko buku online, Pasar Buku Palasari tetap berdiri kokoh sebagai ikon literasi Kota Bandung. Terletak di kawasan Lengkong, pasar buku legendaris ini tak pernah sepi pengunjung mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga kalangan orang tua.
Lorong-lorong sempit yang dipenuhi rak dan tumpukan buku menjadi daya tarik tersendiri. Suasana khas yang tak tergantikan oleh layar gawai. Di sini, pengunjung bisa menemukan berbagai jenis buku dengan harga miring mulai dari buku pelajaran, novel, komik, hingga karya sastra klasik yang sulit ditemukan di tempat lain. Pada selasa (22/4/2025).
Risa, mahasiswa yang rutin berbelanja di Palasari, mengatakan bahwa membeli buku di sini menawarkan pengalaman yang berbeda.“Beli buku di sini rasanya beda, bisa tawar-menawar, bisa langsung lihat kondisi bukunya. Dan kadang nemu buku langka yang udah nggak ada di toko lain,” ujar Risa, Selasa (22/4/2025).
Meski era digital menawarkan kemudahan, Palasari tetap bertahan dengan pesona khasnya. Keintiman antara penjual dan pembeli, pengalaman memilih buku secara langsung, serta suasana nostalgia menjadi kekuatan yang menjaga denyut kehidupan pasar ini.
Deri, salah satu pedagang buku, mengatakan bahwa seiring perubahan zaman, jumlah pelanggan yang datang tetap banyak.“Sudah 6 tahun saya jualan di sini. Dulu ramai anak sekolah, sekarang banyak juga mahasiswa dan orang tua cari buku untuk anak-anaknya. Meskipun zaman udah digital, yang datang ke sini tetap banyak,” ungkap Deri.
Kehadiran Palasari tak hanya menjadi tempat jual-beli buku, tetapi juga wadah interaksi dan edukasi dan adalah ruang hidup bagi budaya baca yang terus tumbuh, menolak mati oleh zaman. Sebuah surga buku murah di tengah kota yang tetap bercahaya, meski cahaya digital kian terang.
Meski dunia terus bergerak menuju digitalisasi, denyut kehidupan Pasar Buku Palasari tetap berdetak. Pesonanya tak redup, bahkan menjadi simbol bahwa literasi sejati tak mudah digeser oleh zaman. @ihda
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!