Pariwisata Turki Terancam Sementara Pelancong Beralih ke Yunani
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 7 November 2024 | 21:50 WIB
VISI.NEWS | TURKI - Pariwisata di Turki saat ini menghadapi tantangan serius, karena daya tariknya mulai memudar dan tersaingi oleh Yunani. Meskipun Turki dikenal sebagai destinasi liburan yang ramah di kantong, kenaikan harga telah membuat biaya liburan di negara ini menjadi tidak lagi terjangkau.
Akibatnya, banyak hotel di Turki kini sepi pengunjung, sedangkan kafe dan restoran di lokasi-lokasi wisata juga mengalami penurunan jumlah pengunjung.
Menurut laporan The Mirror pada Senin (4/11/2024), Hamit Kuk, Penasihat Utama Asosiasi Agen Perjalanan Turki, menyatakan bahwa wisatawan yang lebih memperhatikan anggaran akan mengalami kesulitan dengan peningkatan biaya dan akan mencari opsi liburan yang lebih ekonomis di negara lain.
Jika Turki tidak berhasil memperbaiki citranya sebagai destinasi yang terjangkau, masa depan pariwisatanya akan semakin suram. Tak hanya pelancong internasional yang ragu untuk berkunjung, wisatawan lokal pun memilih untuk tidak berlibur di dalam negeri karena harga yang tinggi.
Di sisi lain, Yunani sebagai pesaing utama Turki, mulai menawarkan visa bagi wisatawan Turki pada 1 April 2024. Dengan visa kilat yang berlaku selama tujuh hari, warga Turki kini dapat mengunjungi sepuluh pulau Yunani, yang mendorong mereka untuk berlibur ke negara tetangga tersebut.
Dalam sepuluh hari pertama bulan April, pulau-pulau seperti Lesbos, Chios, Samos, Kos, dan Rhodes menyambut sekitar 20.690 wisatawan Turki, yang kemungkinan besar sebelumnya memilih untuk berlibur di Turki. Sementara itu, banyak hotel dengan harga terjangkau di daerah wisata ikonik di Turki hanya terisi setengahnya meskipun berada di musim puncak.
"Rata-rata tingkat hunian hotel-hotel di Bodrum, Marmaris, Fethiye, dan Antalya saat ini sekitar 80 persen. Saya perkirakan hotel bintang dua dan tiga mungkin akan tutup pada bulan Oktober, sedangkan hotel bintang empat akan tutup pertengahan bulan dan hotel bintang lima tetap buka hingga akhir Oktober," ujar Kuk seperti yang dilaporkan Express. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!