Para Mantan Pentolan Geng Motor di Bandung ini Gelar Peringatan Maulid Nabi
"Pernah keluar masuk, dan Alhamdulillah bisa ke luar berkat upaya orang tua. Nggak terlalu sering sih keluar masuk (penjara), karenanya saya cukup mengambil pelajaran. Berhati-hati. Ya paling ribut sama musuh, dzalimlah intinya mah," ujar Kiki.
Masih kata kiki, tentang perkelahiannya dengan geng lain dulu itu sangatlah sering, Bandung menjadi sejuta cerita di masa geng motor itu .
"Sudah dipastikan, kalau ketemu rival itu pasti aja bentrok, mau diserang ataupun menyerang. Jahiliah sih. Kita bela belain Brigez sampai nyawa kita taruhannya juga ga peduli, yang penting kita udah beraksi. Dulu belum mikir kan kalau mati kita dipastikan masuk surga apa tidak kan, kalau mencelakai dosa atau tidak, se brutal itu sih, tapi Alhamdulillah Allah masih sayang sama saya, masih kasih kesempatan untuk jadi orang yang bermanfaat dan lebih baik lagi," ungkapnya.
Berbeda dengan Dendi, dari Moonraker, yang pernah juga merasakan suasana mencekamnya jalanan Kota Bandung pada waktu itu.
Ia mengatakan melalui proses masa yang kelam itu, Allah datangkan hidayah, saat melewati masa hukuman tersebut, dan terketuklah untuk hijrah.
"Ada saat dimana saya kapok, dan Alhamdulillah saat itu Allah masih mau menolong saya dengan banyaknya dosa yang dulu saya lakukan," ungkapnya.
Titik baliknya terjadi saat ia sedang merenung di penjara, kemudian ada keluarga yang nelpon ke pihak sipir, dan orang itu ternyata ibunya sendiri.
"Dalam percakapan itu mamah saya nangis dan terus mengingatkan kepada saya agar jadi anak yang lebih baik dari sebelumnya. Itu pertama saya nangis dan punya pemikiran awal titik balik untuk hijrah, itu salah satunya," tutur Dendi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!