"Pak Bupati, di Rancaekek seueur pabrik, tapi warga seueur oge nu nganggur..."
Dari kunjungan ke tiga desa tersebut, bupati mendapatkan berbagai aspirasi warga terkait, pelebaran jalan, tenaga kerja, limbah pabrik, dan bagaimana mencegah faham radikalisme (teroris) yang rawan dan berbahaya di masyarakat.
Banyak pertanyaan dan aspirasi di tiga desa tersebut yang langsung direspon Bupati Dadang Supriatna dengan memerintahkan kepada para RT/RW, para Kades, Camat agar mencatat aspirasi-aspirasi itu dan segera melaporkan kepadanya untuk ditindak lebih lanjuti.
Ia mengatakan terkait limbah pabrik, akan langsung di periksa oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH Kab. Bandung) " Nah pa Kadis, tolong untuk limbah pabrik di wilayah sini, komunikasikan dengan para pengelola pabriknya, kiranya harus ada penanangan lebih serius, jangan dibuang dimana saja, saya akan mendatangi langsung bila mana masih bandel, " imbunnya.
Di tiga desa tersebut pula, Dadang Supriatna mengingatkan kepada para kepala sekolah untuk menghindari pungutan liar, yang dapat membebani para orang tua siswa dan meningkatkan kedisiplinan di sekolahnya. "Sebaiknya, kepala sekolah datang pukul 06.30 WIB, sebelum para siswa datang. Ini untuk melatih anak-anak hormat kepada orang tuanya, dan membentuk anak-anak berakhlakul karimah," katanya
Sementara itu, salah seorang pengurus DPC PKB Rancaekek menyampaikan bagaimana menghadapi faham radikalisme yang ada di Kab. Bandung, karena menurutnya faham-faham tersebut mudah tersebar dikalangan anak muda."Masih banyak faham-faham radikalisme yang berpotensi di kalangan anak, kami berharap keberpihakan dan peran serta Pa bupati ini tidak hanya sekarang, tapi untuk kedepannya, program-program nyata untuk umat Islam khususnya harus dilanjutkan, " tuturnya.
Dan terkait pencegahan faham radikalisme dan terorisme, terus di upayakan lewat Kesbangpol, "Pemahaman yang ingin memecah belah, yang bertentangan dengan Pancasila, tentu kita berkordinasi dengan aparat keamanan dan Pemkab Bandung melalui Kesbangpol, dan dukungan peran serta Organisasi Masyarakat, LSM, OKP dan Ormas Islam yang ada di Kabupaten Bandung itu sendiri, " jelasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!