"Pak Bupati, di Rancaekek seueur pabrik, tapi warga seueur oge nu nganggur..."
VISI.NEWS | RANCAEKEK - "Pak Bupati, di Rancaekek ieu seueur pabrik, tapi warga seueur oge nu nganggur. Nyuhunkeun solusina," ujar Arif Wahyudin, Ketua Karang Taruna Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek, Kab. Bandung saat HM Dadang Supriatna tampil di acara Rembug Bedas, Selasa (10/1/2023).
Di Kec. Rancaekek, katanya, terdapat banyak pabrik tetapi masih banyak warga Desa Linggar yang menganggur, karena salah satu penyebabnya, untuk untuk melamar jadi karyawan di salah satu pabrik di wilayah tersebut harus mengeluarkan administrasi terlebih dahulu
"Muhun Pa Bupati di Rancaekek masih banyak (Calo) jadi sulit masyarakat disini untuk kerja di pabrik, dengan aturan tersebut, " ujar Arif.
"Saya hadir disini, tentu mendengar aspirasi-aspirasi dan sekaligus menjawab solusinya, karena abdi nyaah ka masyarakat. Terkait tadi percaloan yang ada diperusahaan khususnya di wilayah Kab. Bandung, hari ini saya akan buatkan surat edaran Stop Pungli ke tiap-tiap pabrik. Kalau masih ada terdengar, maka saya tidak main-main akan melibatkan Saber Pungli untuk memberantasnya, " tuturnya.
Bupati Bandung HM Dadang Supriatna bersama Ketua TP PKK Kab. Bandung Hj. Emma Dety, dan forkopimda, forkopimcam serta unsur lainnya hadir dalam program Rempug Bedas di tiga desa yakni Desa Sukamulya, Desa Linggar, Desa Cangkuang Kec. Rancaekek
Pada kegiatan Rembug Bedas kali ini, seperti biasa sejumlah warga menyampaikan aspirasinya sesuai dengan harapan Bupati Bandung dan dalam diskusinya Bersama warga di tiga desa tersebut, Bupati Bandung menyampaikan langsung berbagai solusi dari permasalahan yang disampaikan warga.
Melalui program Rembug Bedas ini juga, Bupati Dadang silaturahmi dan tatap muka langsung dengan para stakeholder, Ketua RT, Ketua RW, Linmas, perangkat desa dan BPD, Karang Taruna, guru ngaji dan warga yang masih nganggur, " Selain silatuharmi, saya ingin mengetahui, apa kendala-kendala dari tiap desa-desa, serta aspirasi apa saja yang ada, " ujarnya.
Bupati Bandung mengatakan, dirinya memikirkan nasib warganya jika terjadi alih fungsi lahan pertanian padi. “Bagaimana nasib warga nantinya?, apakah jadi penganggur? Di Kabupaten Bandung ini masih ada sekitar 126.000 warga yang menganggur atau sekitar 6,98 persen dari jumlah penduduk usia produktif atau usia kerja,” ujarnya.
Dari kunjungan ke tiga desa tersebut, bupati mendapatkan berbagai aspirasi warga terkait, pelebaran jalan, tenaga kerja, limbah pabrik, dan bagaimana mencegah faham radikalisme (teroris) yang rawan dan berbahaya di masyarakat.
Banyak pertanyaan dan aspirasi di tiga desa tersebut yang langsung direspon Bupati Dadang Supriatna dengan memerintahkan kepada para RT/RW, para Kades, Camat agar mencatat aspirasi-aspirasi itu dan segera melaporkan kepadanya untuk ditindak lebih lanjuti.
Ia mengatakan terkait limbah pabrik, akan langsung di periksa oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH Kab. Bandung) " Nah pa Kadis, tolong untuk limbah pabrik di wilayah sini, komunikasikan dengan para pengelola pabriknya, kiranya harus ada penanangan lebih serius, jangan dibuang dimana saja, saya akan mendatangi langsung bila mana masih bandel, " imbunnya.
Di tiga desa tersebut pula, Dadang Supriatna mengingatkan kepada para kepala sekolah untuk menghindari pungutan liar, yang dapat membebani para orang tua siswa dan meningkatkan kedisiplinan di sekolahnya. "Sebaiknya, kepala sekolah datang pukul 06.30 WIB, sebelum para siswa datang. Ini untuk melatih anak-anak hormat kepada orang tuanya, dan membentuk anak-anak berakhlakul karimah," katanya
Sementara itu, salah seorang pengurus DPC PKB Rancaekek menyampaikan bagaimana menghadapi faham radikalisme yang ada di Kab. Bandung, karena menurutnya faham-faham tersebut mudah tersebar dikalangan anak muda."Masih banyak faham-faham radikalisme yang berpotensi di kalangan anak, kami berharap keberpihakan dan peran serta Pa bupati ini tidak hanya sekarang, tapi untuk kedepannya, program-program nyata untuk umat Islam khususnya harus dilanjutkan, " tuturnya.
Dan terkait pencegahan faham radikalisme dan terorisme, terus di upayakan lewat Kesbangpol, "Pemahaman yang ingin memecah belah, yang bertentangan dengan Pancasila, tentu kita berkordinasi dengan aparat keamanan dan Pemkab Bandung melalui Kesbangpol, dan dukungan peran serta Organisasi Masyarakat, LSM, OKP dan Ormas Islam yang ada di Kabupaten Bandung itu sendiri, " jelasnya.
Kepada VISI.NEWS setelah acara, Kepala Kecamatan Rancaekek, Diar Hadi Gusdinar menyambut baik sekaligus mengucapkan rasa terimasihnya kepada Bupati Dadang Supriatna atas program yang selama ini telah membantu banyak warga Masyarakat khususnya Di wilayah Kec. Rancaekek, " Alhamdulillah Bapak Bupati, programnya dari hari ke hari mengunjungi desa-desa, untuk menyerap aspirasi dan memberikan solusi terutama bagi warga yang masih belum memiliki pekerjaan, dibina, di rangkul, Haturnuhun saya sampaikan demikian, semoga terus bisa menjadi pemimpin yang bermanfaat bagi warganya, " tuturnya .
Hal yang sama pun, diungkapkan Kepala Desa Cangkuang, menurutnya baru kali ini ada orang nomor satu di Kab.Bandung yang mau hadir ditengah-tengah harapan dan keinginan warganya, " Saya turut bangga tentunya, kita memiliki pemimpin seperi beliau, karena baru kali ini desa Cangkuang, warga masyarakatnya difasilitasi, dilatih, dan di berikan pemahaman, terkait persoalan pun tadi dari masyarakat, langsung di jawab dan akan segera ditangani dan direalisasi, semoga masih banyak pemimpin daerah seperti dirinya," pungkasnya. @gvr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!