Otoritas Korsel Selidiki Peran Bebek Migrasi dalam Tragedi Jeju Air
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 28 Januari 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | KORSEL - Dalam penyelidikan terbaru terkait kecelakaan pesawat Jeju Air, otoritas Korea Selatan mengungkap adanya temuan DNA bebek pada mesin pesawat. Berdasarkan laporan awal yang dirilis Senin (27/1/2025), ditemukan darah dari bebek Baikal—spesies burung migrasi yang datang berkelompok besar ke Korea Selatan saat musim dingin—di kedua mesin Boeing 737-800 tersebut.
Meski demikian, laporan setebal enam halaman ini belum menyimpulkan penyebab pasti insiden yang membuat pesawat mendarat tanpa roda pendaratan.
Kecelakaan terjadi pada 29 Desember 2024 saat pesawat yang terbang dari Bangkok gagal mendarat dengan sempurna di Bandara Internasional Muan. Roda pendaratan yang tidak berfungsi membuat pesawat tergelincir di landasan pacu dan menabrak dinding beton yang merupakan bagian dari alat navigasi localiser.
Akibatnya, pesawat terbakar dan meledak sebagian. Kedua mesinnya terkubur dalam puing-puing, dengan badan pesawat berserakan sejauh 30 hingga 200 meter dari titik tumbukan. Dari 181 orang yang berada di dalam pesawat, hanya dua orang yang selamat.
"Setelah pesawat menabrak dinding, terjadi kebakaran dan ledakan parsial. Kedua mesin terkubur di gundukan puing dinding, dan badan pesawat bagian depan berserakan hingga 30-200 meter dari dinding," tulis laporan itu, yang dikutip dari Reuters.
Para ahli meyakini bahwa struktur beton dinding localiser turut berkontribusi pada tingginya korban jiwa.
Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk membongkar mesin pesawat, menganalisis komponen, dan mempelajari data kontrol penerbangan serta potensi tabrakan burung.
"Aktivitas investigasi menyeluruh ini bertujuan menentukan penyebab kecelakaan yang akurat," ujar laporan penyelidikan tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai penyebab kecelakaan dan meningkatkan keselamatan penerbangan di masa depan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!