Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Otoritas Korsel Selidiki Peran Bebek Migrasi dalam Tragedi Jeju Air

Desi Rossilawati
Selasa, 28 Januari 2025 | 21:15 WIB
Bagikan
Otoritas Korsel Selidiki Peran Bebek Migrasi dalam Tragedi Jeju Air
VISI.NEWS | KORSEL - Dalam penyelidikan terbaru terkait kecelakaan pesawat Jeju Air, otoritas Korea Selatan mengungkap adanya temuan DNA bebek pada mesin pesawat. Berdasarkan laporan awal yang dirilis Senin (27/1/2025), ditemukan darah dari bebek Baikal—spesies burung migrasi yang datang berkelompok besar ke Korea Selatan saat musim dingin—di kedua mesin Boeing 737-800 tersebut. Meski demikian, laporan setebal enam halaman ini belum menyimpulkan penyebab pasti insiden yang membuat pesawat mendarat tanpa roda pendaratan. Kecelakaan terjadi pada 29 Desember 2024 saat pesawat yang terbang dari Bangkok gagal mendarat dengan sempurna di Bandara Internasional Muan. Roda pendaratan yang tidak berfungsi membuat pesawat tergelincir di landasan pacu dan menabrak dinding beton yang merupakan bagian dari alat navigasi localiser. Akibatnya, pesawat terbakar dan meledak sebagian. Kedua mesinnya terkubur dalam puing-puing, dengan badan pesawat berserakan sejauh 30 hingga 200 meter dari titik tumbukan. Dari 181 orang yang berada di dalam pesawat, hanya dua orang yang selamat. "Setelah pesawat menabrak dinding, terjadi kebakaran dan ledakan parsial. Kedua mesin terkubur di gundukan puing dinding, dan badan pesawat bagian depan berserakan hingga 30-200 meter dari dinding," tulis laporan itu, yang dikutip dari Reuters. Para ahli meyakini bahwa struktur beton dinding localiser turut berkontribusi pada tingginya korban jiwa. Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan untuk membongkar mesin pesawat, menganalisis komponen, dan mempelajari data kontrol penerbangan serta potensi tabrakan burung. "Aktivitas investigasi menyeluruh ini bertujuan menentukan penyebab kecelakaan yang akurat," ujar laporan penyelidikan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai penyebab kecelakaan dan meningkatkan keselamatan penerbangan di masa depan. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.