Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Oleh Soleh : Kerja Sama Indonesia-Turki Harus Ditindaklanjuti Secara Serius

Desi Rossilawati
Selasa, 18 Februari 2025 | 11:25 WIB
Bagikan
Oleh Soleh : Kerja Sama Indonesia-Turki Harus Ditindaklanjuti Secara Serius
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh mendukung kerja sama antara Indonesia dan Turki. Salah satunya, terkait rencana pembangunan pabrik drone. Hal itu diharapkan bisa memperkuat alat utama sistem persenjataan (Alutsista) Indonesia. Ada empat kerja sama yang menjadi perhatian Komisi I, yaitu kerja sama strategis di bidang industri pertahanan antara Kementerian Pertahanan RI dan Sekretariat Industri Pertahanan Kepresidenan Republik Turki, dan perjanjian joint venture antara Republikorp dan Baykar untuk pembuatan pabrik drone di Indonesia. Kemudian, terkait pula nota kesepahaman antara Turkish Radio Television Corporation (TRT) dan lembaga penyiaran publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) di bidang keradioan, serta perjanjian kerja sama antara Anadolu Ajansi (AA) dan Kantor Berita Antara Indonesia. Oleh Soleh mengatakan, pihaknya mendukung penuh kerja sama dua negara itu. Khususnya terkait pengembangan industri pertahanan dan pembangunan pabrik drone. Saat ini drone sudah menjadi salah satu peralatan perang canggih yang banyak digunakan oleh negara-negara kuat. "Makanya kami mendorong agar pemerintah menindaklanjuti secara serius rencana tersebut," tutur Oleh Soleh dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (17/2/2025). Legislator asal Dapil Jawa Barat XI itu berpendapat hubungan kerja sama antara RI dan Turki selepas pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Recep Tayyip Erdogan bisa memperkuat hubungan kedua negara. Menurut Oleh Soleh, jika tencana pembangunan pabrik drone militer bisa terealisasi, maka diyakini akan menguntungkan kedua negara dalam memperkuat alutsista. Politisi Fraksi PKB ini menyatakan bahwa potensi kedua negara dalam pengembangan drone untuk alutsista bisa menghasilkan peralatan canggih yang dapat bersaing, bahkan mengungguli negara lain. "Terkait skema pembangunan maupun penentuan lokasi pembangunan pabrik, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah," beber pria kelahiran Kota Tasikmalaya itu. Oleh Soleh mengatakan, jika pembangunan pabrik drone nantinya melibatkan pihak swasta, dia meminta dilakukan persiapan matang dan kajian secara komprehensif. "Soal teknis ini kan kita percayakan kepada pemerintah Indonesia dengan Turki. Kita juga kan belum tahu spesifik kerja samanya seperti apa, apakah melibatkan swasta atau tidak. Kalau misalkan melibatkan pihak swasta ini kan perlu dibicarakan secara komprehensif ya," ungkapnya. Oleh Soleh mengatakan, kerja sama dua negara itu harus menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dalam rangka menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. "Kerja sama itu diharapkan bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM pertahanan, termasuk alutsista Indonesia. Semuanya itu juga harus bermuara pada peningkatan minimum essential force Indonesia," paparnya. Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo dan Erdogan melakukan pertemuan bilateral dan membahas sejumlah hal. Dari pertemuan tersebut dilahirkan 13 kesepakatan pelbagai bidang. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.