Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026 PT BDS Pastikan Pembayaran Piutang Vendor Lewat Proses Hukum 5 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Don Ritto di Bandung Terkait Kasus TPPU 5 Aug 2026 Alokasi Anggaran Revitalisasi Sekolah di Sukabumi Rp 154 Miliar 5 Aug 2026 Didorong Masuk PKBM atau PJJ, Wamendikdasmen Ungkap 527 Ribu ATS di Jabar 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026 PT BDS Pastikan Pembayaran Piutang Vendor Lewat Proses Hukum 5 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Don Ritto di Bandung Terkait Kasus TPPU 5 Aug 2026 Alokasi Anggaran Revitalisasi Sekolah di Sukabumi Rp 154 Miliar 5 Aug 2026 Didorong Masuk PKBM atau PJJ, Wamendikdasmen Ungkap 527 Ribu ATS di Jabar 5 Aug 2026

Olahraga Lari Marak di Indonesia, Namun Persiapan Tetap Jadi Kunci Keselamatan

ED
Selasa, 22 Oktober 2024 | 02:20 WIB
Bagikan
Olahraga Lari Marak di Indonesia, Namun Persiapan Tetap Jadi Kunci Keselamatan
VISI.NEWS | BANDUNG - Dalam beberapa waktu terakhir, lari menjadi semakin digemari di Indonesia, khususnya di kalangan anak muda. Banyak individu terlibat dalam aktivitas ini, tidak hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga karena ingin menjadi bagian dari tren atau merasakan rasa khawatir ketinggalan (FOMO). Wardoyo, yang merupakan seorang pelatih lari dan perwakilan dari Hoka, menjelaskan bahwa rasa FOMO ini sebenarnya positif, karena dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. Namun, ia juga memperingatkan agar FOMO tidak mendorong pelari untuk terburu-buru mengikuti kompetisi lari jarak jauh seperti half marathon atau marathon tanpa persiapan yang cukup. “Kalau yang tiba-tiba FOMO ikut kompetisi lari, itu risikonya sangat tinggi," kata Wardoyo saat ditemui di Stadion Madya GBK, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Ia menambahkan bahwa kompetisi lari jarak jauh memerlukan persiapan dan latihan yang tepat. Peserta yang mengikuti lomba tanpa persiapan yang memadai dapat membahayakan diri mereka sendiri, seperti mengalami heatstroke atau kram saat berlomba. Selain itu, pelari yang kurang pengalaman juga rentan dapat kehilangan kesadaran atau bahkan pingsan akibat memaksakan diri. Wardoyo mengingatkan bahwa mengikuti perlombaan lari jarak jauh bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sepele. Rasa FOMO saja tidak cukup untuk memastikan peserta sampai ke garis finis. Ia menyarankan agar pelari menghabiskan lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri sebelum berkompetisi. Lebih baik mempersiapkan diri dengan baik untuk kompetisi lari jarak jauh, daripada terburu-buru mendaftar tanpa persiapan. Terakhir, ia juga menekankan agar pelari pemula lebih bijak dalam menilai kemampuan diri, dan tidak membiarkan ego menguasai, yang bisa mengancam kesehatan mereka. “Kalau enggak kuat, jangan dipaksa juga. Keseimbangan antara waktu istirahat dan latihan sama pentingnya. Jadi, bila sudah enggak sanggup melanjut, ya sudah setop saja,” tegasnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.