Keluarnya Haliburton menjadi kerugian besar. Haliburton merupakan andalan utama Pacers. Sebelum cedera Haliburton juga sedang wangi. Dia sudah membuat sembilan poin.
Meski ditinggal Haliburton, Pacers masih sempat memberikan perlawanan sengit kepada Thunder hingga kuarter dua. Bahkan beberapa kali Pacers sempat unggul atas Thunder pada kuarter dua.
Pacers baru kedodoran di kuarter tiga. Thunder menggila sepanjang kuarter tiga. Thunder memasukkan 34 poin dan meredam Pacers hanya menghasilkan 20 angka. Thunder bisa berjaya berkat kebangkitan Jalen Williams di kuarter tiga. Dia membuat sembilan angka di kuarter tiga.
Holmgren Bikin Sulit Pacers
Thunder makin percaya diri di awal kuarter empat. Mereka sempat unggul sampai 22 poin berkat umpan-umpan matang Shai Gilgeous Alexander. Pacers kesulitan menembus pertahanan Thunder akibat ketangguhan Chet Holmgren di paint area. Holmgren melakukan beberapa blok penting menggagalkan usaha Pacersmencetak poin.
Skor sempat mendekat menjadi 10 angka lewat layuo Benedict Mathurin. Namun lemparan bebas dari SGA dan Williams membuat Thunder kembali menjauh dan mengunci kemenangan 103-91.
SGA Cetak Double-Double
SGA jadi bintang kemenangan Thunder dengan membuat double-double (29 poin dan 12 assists). Holmgren sendiri finis dengan 18 poin, delapan rebound dan lima blok shot. Williams menyusul dengan sumbangsih 20 angka.
Berkat aksi menawannya di tujuh laga NBA Finals 2025, SGA dinobatkan sebagai MVP Finals. Pemuda Kanada inipun mengawinkan gelar setelah sebelumnya merebut MVP Reguler Season.
Di kubu Pacers, pemain cadangan Mathurin memimpin perolehan angka dengan 24 poin. Pascal Siakam dan TJ McConnell finis dengan sama-sama membuat 16 angka. @desi