Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

OJK Soroti Kurangnya Literasi Keuangan di Kalangan Anak Muda, Peringatkan Bahaya Utang PayLater

Desi Rossilawati
Sabtu, 9 November 2024 | 20:05 WIB
Bagikan
OJK Soroti Kurangnya Literasi Keuangan di Kalangan Anak Muda, Peringatkan Bahaya Utang PayLater
VISI.MEWS | JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa banyak anak muda yang terjebak dalam utang, khususnya akibat penggunaan layanan beli sekarang bayar nanti (BNPL). Wakil Ketua OJK, Mirza Adityaswara, menyatakan bahwa salah satu faktor utama fenomena ini adalah rendahnya literasi keuangan di kalangan masyarakat. Mirza juga menambahkan bahwa layanan paylater kini sudah meluas ke sektor perbankan, meskipun awalnya hanya tersedia di perusahaan pembiayaan. Menurutnya, jumlah pengguna layanan paylater telah mencapai 20 juta orang dalam waktu kurang dari sepuluh tahun. "Sebagian besar peminjam buy-now-pay-later adalah generasi muda. Kami masih memiliki buy-now-pay-later dari industri keuangan, dari industri keuangan non-bank," ujarnya, Jumat (8/11/2024). Mirza menyebutkan bahwa banyak anak muda terjerat utang, terutama melalui layanan PayLater, disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang literasi keuangan. Ia menekankan pentingnya pengusaha atau penyedia layanan untuk tidak hanya fokus pada penjualan produk, tetapi juga memberikan edukasi yang memadai kepada pengguna. Mirza mengingatkan bahwa penggunaan PayLater dapat berdampak negatif di masa depan. Semua transaksi kredit yang dilakukan melalui layanan tersebut akan tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, yang berfungsi untuk merekam riwayat kredit seseorang. Data ini sangat penting karena digunakan oleh bank dalam menilai kelayakan seseorang saat mengajukan pinjaman, termasuk untuk KPR. "Mungkin hanya meminjam setara dengan US$10, US$50, tetapi nama mereka akan masuk dalam SLIK dan itu kemudian digunakan oleh industri. Ketika peminjam ini, mereka tidak dapat membayar atau lupa untuk membayar, maka mereka mungkin menghadapi masalah. Karena riwayat catatan mereka tentang ketidakmampuan membayar," jelasnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.