OIKN Putuskan Kembalikan Kereta Tanpa Rel dari CRRC, Sistem Autonomous Belum Berfungsi Optimal

Desi Rossilawati
Kamis, 14 November 2024 | 21:50 WIB
Bagikan
OIKN Putuskan Kembalikan Kereta Tanpa Rel dari CRRC, Sistem Autonomous Belum Berfungsi Optimal
VISI.NEWS | IKN - Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengungkapkan bahwa kereta tanpa rel atau Autonomous Rail Transit (ART) yang diproduksi oleh China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) akan dikembalikan. Keputusan ini diambil setelah hasil penilaian Proof of Concept (PoC) menunjukkan bahwa sistem otonom pada trem tersebut belum dapat berfungsi dengan baik. "Hasil dari penilaian PoC ditemukan bahwa sistem autonomous dari trem otonom belum dapat berfungsi dengan baik," ungkap Deputi bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Mohammed Ali Berawi, dikutip Kamis (14/11/2024). Ali menjelaskan bahwa PoC merupakan bagian dari proses pengembangan dan uji coba teknologi terbaru, dengan IKN berperan sebagai living lab dan innovation test-bed. Semua biaya terkait PoC yang dilakukan di IKN, termasuk untuk uji coba trem otonom, sepenuhnya ditanggung oleh penyedia teknologi masing-masing. "Dari hasil assesment PoC maka nantinya pengadaan dan seleksi teknologi di IKN akan dinilai kepada 4 penilaian utama, yakni Kualitas dan kehandalan Teknologi, Interoperabilitas Sistem, Value for Money, Transfer Knowledge dan Teknologi," terang dia.
Ali menambahkan bahwa para penyedia teknologi (Technology Providers) sudah sepenuhnya menyadari bahwa meskipun PoC dapat memberikan nilai tambah dalam proses seleksi, hasil uji coba tersebut tidak menjamin mereka akan memenangkan kompetisi pengadaan. "POC merupakan bagian dari pengembangan dan uji coba produk teknologi terkini, dimana IKN sebagai tempat living lab dan innovation test-bed," jelasnya. Berdasarkan informasi dari laman OIKN, penilaian PoC terhadap ART dilakukan di kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara dengan dua rute pengujian di sekitar Kemenko 1-4 dan Jalan Sumbu Kebangsaan Barat dan Timur. Pengujian dilakukan di jalur 'mixed traffic', di mana ART berbagi jalan dengan kendaraan lain. Meskipun kawasan IKN masih dalam pembangunan, tim evaluasi PoC telah menyelesaikan penilaiannya dengan mempertimbangkan keselamatan dan kondisi jalur yang ada. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem otonom ART belum berfungsi optimal, dengan kendali yang tidak reliabel pada kondisi lingkungan IKN saat ini. Oleh karena itu, ART direkomendasikan untuk digunakan di Indonesia sebagai transportasi publik, namun dengan catatan adanya perbaikan teknologi lebih lanjut. Tim penilai juga mengusulkan perbaikan pada operasional trem otonom, peningkatan fitur keselamatan, serta pembaruan sistem komunikasi agar sesuai dengan standar keamanan siber yang berlaku di IKN. PoC ini didukung oleh tim evaluasi independen yang terdiri dari para pakar dari perguruan tinggi dan asosiasi profesi di Indonesia, dan evaluasi berlangsung antara 10 September hingga 22 Oktober 2024. Menanggapi hasil tersebut, Ali menyatakan bahwa OIKN akan meminta Norinco, penyedia teknologi ART, untuk mengembalikan kereta ke China karena belum memenuhi kriteria operasional yang diharapkan. "Jika tidak maka sesuai dengan perjanjian MoU untuk PoC, kita akan meminta pihak Norinco untuk mengembalikan trainset di IKN ke China," ujarnya.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Budi Rahardjo, menjelaskan bahwa konsep transportasi di IKN dirancang untuk ramah lingkungan dan futuristik. Oleh karena itu, ART dipilih sebagai salah satu alternatif yang dapat diuji coba di IKN, karena menerapkan prinsip transportasi yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berteknologi tinggi. "ART dioperasikan menggunakan baterai. Alhasil, kendaraan ini dapat meminimalisir emisi gas rumah kaca dan pemakaian energi fosil," katanya dalam keterangan tertulis. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memfasilitasi uji coba ART sebagai alternatif moda transportasi di IKN. Uji coba ini dilaksanakan melalui nota kesepahaman (MoU) antara Otoritas IKN dan vendor Norinco, dengan partisipasi dari CRRC Qindao Sifang. Oleh karena itu, evaluasi terkait kelayakan dan kecocokan ART dengan kebutuhan IKN menjadi tanggung jawab Otoritas IKN. "Sebagaimana kita ketahui, setelah berjalan uji coba selama kurang lebih 2 bulan, OIKN telah melakukan evaluasi. Hasil penilaian hingga evaluasi oleh OIKN, ditemukan bahwa kereta tanpa rel, khususnya system autonomous belum dapat berfungsi dengan baik di IKN," bebernya. "Menurut hemat kami kita semua sepakat bahwa untuk IKN kita mencari yang terbaik. Jika kemudian ART dipandang belum memenuhi standar evaluasi dari OIKN, tidak ada masalah, karena negara juga tidak dirugikan. Hal ini dikarenakan pembiayaan uji coba ditanggung oleh vendor ART," tutupnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.