Nurdin Halid Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Agen Resmi Produk Pertamina
Selain itu, DPR juga meminta koordinasi lebih lanjut antara Pertamina dan Kementerian ESDM untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan gas industri. Penyelesaian isu ini dianggap penting dalam menjaga keberlangsungan sektor industri nasional yang sangat bergantung pada pasokan energi yang stabil dan kompetitif.
Dalam rapat tersebut, Komisi VI DPR RI menyatakan menerima penjelasan dan mengapresiasi langkah PT Pertamina beserta subholding dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi di Sumatera, serta dukungan terhadap Program Koperasi Desa Merah Putih.
Namun demikian, DPR tetap memberikan sejumlah catatan strategis. Komisi VI meminta Pertamina memperbesar sumber daya serta mitigasi risiko dalam menghadapi dinamika dan disrupsi bisnis energi. Optimalisasi rantai pasok meliputi aset kilang, logistik, dan distribusi juga menjadi sorotan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan dan pelayanan energi negara.
Lebih lanjut, DPR mendorong pengambilan keputusan yang lebih cepat dan seamless di lingkungan holding dan subholding, guna meraih peluang bisnis secara optimal. Pertamina juga diharapkan terus menumbuhkan daya saing perusahaan dengan orientasi kuat kepada pelanggan, serta menjelaskan secara terukur dasar Key Performance Indicator (KPI) yang digunakan dalam penilaian kinerja.
Sebagai tindak lanjut RDP, Komisi VI DPR RI meminta PT Pertamina (Persero) beserta subholding untuk menyampaikan jawaban tertulis secara lengkap dan komprehensif paling lama tujuh hari kerja atas seluruh pertanyaan, pandangan, dan masukan yang telah disampaikan dalam rapat. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!