Novita Hardini: Industri Semen Butuh Kebijakan Strategis dan Kolaborasi
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 15 Juli 2025 | 15:30 WIB
VISI.NEWS | BOGOR - Industri semen nasional kembali menjadi perhatian DPR RI di tengah persoalan over kapasitas yang terus berlarut. Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menilai kondisi kelebihan kapasitas produksi semen yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade membutuhkan penyelesaian strategis berbasis kolaborasi lintas sektor.
“Industri semen sangat bergantung pada kondisi ekonomi makro. Over kapasitas yang sudah terjadi selama lebih dari 10 tahun harus segera diselesaikan dengan pendekatan kebijakan yang strategis dan kolaboratif,” ujar politisi PDI Perjuangan itu saat kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Solusi Bangun Indonesia Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (14/7/2025).
Novita menyebut, stagnasi sektor konstruksi dan tekanan geopolitik global juga berkontribusi pada rendahnya permintaan semen dalam negeri. Oleh sebab itu, kata dia, penyelesaian masalah tidak bisa dibebankan semata pada pelaku industri.
Selain itu, legislator asal Jawa Timur ini mendorong transformasi industri semen ke arah industri hijau. Menurutnya, sektor semen memiliki potensi besar sebagai pelopor penggunaan energi ramah lingkungan di daerah.
“Industri semen bisa mengambil peran sebagai bapak asuh dalam gerakan energi hijau daerah. Tapi faktanya, belum banyak MoU yang optimal antara industri dan pemerintah daerah,” jelasnya.
Novita menekankan pentingnya roadmap industri semen nasional yang menekankan kolaborasi lintas sektor, pemetaan potensi ekspor, dan penguatan pasar domestik secara sehat dan berkeadilan.
“Over kapasitas bukan semata masalah angka, tapi tanda bahwa kita butuh arah baru. Jangan sampai potensi besar kita terkubur hanya karena kita gagal membaca perubahan zaman, dengan dukungan dari legislatif yang kuat dan partisipasi aktif industri, saya optimistis industri semen Indonesia dapat keluar dari stagnasi dan menjadi aktor utama.” tegasnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!