Nilai Lomba Adiwiyata di SDN Sindangsari Baleendah, Tim Ingatkan Literasi Bukan Hanya Buku Saja

ED
Kamis, 8 September 2022 | 17:49 WIB
Bagikan
Nilai Lomba Adiwiyata di SDN Sindangsari Baleendah, Tim Ingatkan Literasi Bukan Hanya Buku Saja

VISI.NEWS | BALEENDAH - Pengawas Pendidikan wilayah Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, yang juga Tim Penilai Lomba Adiwiyata, Eni Rohaeni, mengatakan bahwa kegiatan literasi tidak semata bahan bacaan atau buku saja.

"Tapi juga literasi lingkungan merupakan bahan ajar yang bisa diupayakan pengedukasiannya," ungkapnya saat bersama tim penilai lomba Adiwiyata tingkat kabupaten dan provinsi monitoring 20 peserta lomba dari Kabupaten Bandung untuk tingkat provinsi di SDN Sindangsari, Manggahang, Baleendah, Rabu (7/9/2022).

 

Untuk selanjutnya, Eni berharap pada lomba Adiwiyata berikutnya, kepala sekolah yang meninjau pelaksanaan penilaian kegiatan Adiwiyata di SDN Sindangsari ini bisa siap mengikuti program kegiatan tersebut.

Peserta yang akan mengikuti lomba adiwiyata tingkat provinsi, kata Eni, keseluruhan mencapai 108 sekolah yang tersebar di Jawa Barat.

Dari hasil evaluasi tim penilai, ditegaskan bahwa keikutsertaan institusi sekolah pada dasarnya untuk mengembangkan budaya keseharian yang ada disekolah, terkait mencintai lingkungan hidup, dengan selalu melihat upaya-upaya pembelajaran untuk selalu dikaitkan dengan keberadaan objek-objek apapun. "Dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup di sekolah tersebut, " ungkap Eni.

Tim penilai Adiwiyata, juga sangat berharap, setiap warga sekolah bisa ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindari dampak lingkungan yang negatif, dengan memanfaatkan secara kreatif, apapun yang bisa dipakai untuk hal yang bisa menghasilkan. "Seperti pemilahan sampah yang memiliki nilai ekonomi ketika itu bisa dimanfaatkan," ujar Eni.

Wujud dari keikutsertaan institusi sekolah pada program Adiwiyata ini, katanya, menitik beratkan pada pembentukkan sikap anak didik dan warga sekolah terhadap lingkungan, yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Hal ini, katanya lebih lanjut, diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, baik di sekolah, rumah atau di lingkungan tempat tinggalnya. Termasuk di dalamnya program “Greening The Curriculum”, kurikulum hijau, artinya kurikulum yang memperhatikan aspek-aspek lingkungan dalam kegiatan pembelajarannya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.