Negara Barat Ancam Tindakan Konkret jika Israel Tak Hentikan Serangan
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 20 Mei 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Tiga negara sekutu utama di Barat—Inggris, Prancis, dan Kanada, melayangkan kecaman keras terhadap Israel atas eskalasi serangan militer di Jalur Gaza dan blokade bantuan kemanusiaan yang berlangsung sejak awal Maret.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis Senin malam (19/5/2025) waktu setempat, ketiganya mengancam akan mengambil langkah konkret jika Tel Aviv tidak segera menghentikan operasi militernya dan membuka kembali akses bantuan bagi warga sipil Palestina.
"Kami tidak akan tinggal diam sementara pemerintah Netanyahu melakukan tindakan mengerikan ini," demikian isi pernyataan tegas dari ketiga negara.
Mereka juga menegaskan komitmennya untuk mengakui negara Palestina sebagai bagian dari upaya mendorong solusi dua negara demi perdamaian jangka panjang.
Pernyataan ini muncul seiring dengan desakan kolektif dari 22 negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Kanada yang meminta Israel membuka akses penuh bagi bantuan kemanusiaan ke Gaza. Mereka menyoroti situasi kemanusiaan yang semakin memburuk dengan ancaman kelaparan massal di wilayah tersebut.
Pemerintah Israel sempat mengumumkan pelonggaran blokade terbatas pada Senin (19/5/2025), mengizinkan sejumlah truk bantuan masuk.
Namun, PM Benjamin Netanyahu mengungkapkan langkah itu diambil semata karena kekhawatiran atas dampak citra global.
"Gambaran kelaparan massal dapat merusak legitimasi konflik kami." ucap Netanyahu .
Lebih lanjut, ketiga negara Barat itu juga mengkritik retorika tajam dari sejumlah pejabat Israel yang dianggap 'menjijikkan' dan mengarah pada ancaman pemindahan paksa warga Gaza. Mereka memperingatkan bahwa relokasi paksa secara permanen melanggar hukum kemanusiaan internasional.
Ketegangan diplomatik ini menandai memburuknya hubungan Israel dengan beberapa sekutu tradisionalnya, di tengah meningkatnya tekanan global agar Tel Aviv menghentikan aksi militernya dan membuka jalur bantuan bagi jutaan warga Palestina yang terjebak dalam krisis kemanusiaan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!