Museum Tenun di Jembrana Bali, Menjaga Warisan Budaya dan Mendorong Pariwisata
Bupati Tamba juga berharap bahwa museum tenun ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata internasional di Jembrana, yang akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Ia mengatakan bahwa Jembrana memiliki banyak potensi wisata yang menarik, seperti pantai, hutan, danau, air terjun, dan kebudayaan, seperti makepung atau karapan kerbau.
"Hari ini boleh saja masih slow, akan tetapi pada tahun 2026 begitu kunjungan wisata akan terjadi di Jembrana ini akan menjadi jadi pusat keramaian. Karena setiap tamu yang datang ke Jembrana wajib datang ke museum tenun, all in one, krematorium dan Jagatnata," ujar Bupati Tamba.
Museum tenun ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Kementerian Perindustrian RI, yang telah memberikan bantuan dana untuk pembangunan gedung museum. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata, mengatakan bahwa museum tenun ini merupakan pusat produksi terpadu dan pusat marketing terpadu seluruh produk yang dihasilkan masyarakat Jembrana.
"Kita sudah melatih 62 yang baru, yang umurnya 18-25 tahun. Terus yang diversifikasi produk tenun turunan ada 75. Pemasaran sesuai dengan surat pak Gubernur, terutama mewajibkan PNS menggunakan baju endek di hari Selasa dan di hari Kamis untuk pakaian adat," kata Adinata.
Salah satu perajin tenun yang tergabung dalam museum tenun ini adalah Ni Wayan Sari, yang berusia 23 tahun. Ia mengatakan bahwa ia senang bisa belajar menenun dan menghasilkan karya yang indah dan bernilai. Ia juga berharap bahwa kain tenun Jembrana bisa lebih dikenal dan diminati oleh masyarakat luas, baik lokal maupun mancanegara.
"Saya suka menenun karena bisa mengembangkan kreativitas dan menghasilkan uang. Saya juga bangga bisa melestarikan budaya Bali yang sudah langka. Saya berharap kain tenun Jembrana bisa bersaing dengan kain tenun dari daerah lain dan bisa menarik wisatawan untuk datang ke sini," kata Ni Wayan Sari.
Museum tenun di Jembrana Bali ini merupakan salah satu contoh bagaimana kerajinan tangan bisa menjadi sarana pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata. Dengan adanya museum tenun ini, diharapkan kain tenun tradisional Bali bisa tetap lestari dan berkembang, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!