MUI Dukung Pengembangan Program Syariah dan Halal

ED
Jumat, 28 Juli 2023 | 10:10 WIB
Bagikan
MUI Dukung Pengembangan Program Syariah dan Halal

VISI.NEWS | JAKARTA – Ketua Komisi Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Deding Ishak mendukung program pengembangan ekonomi syariah dan industri halal, yang saat ini digalakkan oleh Kementerian Perindustrian RI. Hal ini penting sebab Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

“Jadi apa yang telah dicanangkan oleh Menteri Perindustrian Bapak Agus Gumiwang itu sangat kita apresiasi dan tentu kita dukung agar Indonesia dapat menjadi pemain besar dalam perkembangan ekonomi syariah dan industri halal,” kata Deding dalam siaran pers tertulisnya di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya Menperin Agus Gumiwang dalam kick off Indonesia Halal Industry Award (IHYA) menjelaskan potensi Indonesia dalam pengembangan ekonomi syariah dan industri halal. Potensi itu sangat besar sebab Indonesia memiliki populasi Islam terbesar yakni 241 juta orang atau 87 persen dari total penduduk 277 juta orang.

Menurut Deding, dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia maka sudah sepatutnya jika Indonesia menjadi pemain utama di bidang ekonomi syariah dan produk halal. Hal ini beralasan sebab dengan jumlah muslim terbesar di dunia maka kebutuhan akan ekonomi syariah dan produk halal juga menjadi yang tertinggi di dunia.

Saat ini nilai konsumsi penduduk Islam di Indonesia mencapai 184 miliar dolar AS. Bahkan nilai ini bisa melonjak menjadi 281 miliar dolar AS pada tahun depan mengingat tingginya nilai konsumsi penduduk Muslim khususnya di bidang gaya hidup (lifestyle). “Inilah yang harus dimanfaatkan oleh umat Islam di Indonesia,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini juga menambahkan, pengembangan ekonomi syariah dan produk halal menjadi alternatif dalam menggali sumber ekonomi baru yang berkelanjutan. Alasannya sumber ekonomi baru ini bisa bertumbuh terus dan menunjukkan masa depan yang cerah khususnya di bidang lifestyle.

Oleh sebab itulah, Ketua STAI Yapata Al-Jawami Bandung ini mendorong Kementerian Perindustrian RI untuk terus mencari terobosan baru dalam mengembangkan gaya hidup berbasis ekonomi syariah dan produk halal. “Saat ini negara yang berhasil mendapat keuntungan besar dari produk halal adalah Turki,” ujarnya menegaskan.

Dengan potensi besar di pasar domestik, mantan Anggota DPR RI 2004-2019 ini menilai Kementerian Perindustrian RI bisa fokus pada pasar dalam negeri setidaknya untuk mengurangi serbuan produk impor agar konsumsi masyarakt muslim Indonesia dapat dipenuhi oleh produk dalam negeri.

“Insya Allah jika kebutuhan akan ekonomi syariah dan produk halal di dalam negeri ini bisa kita penuhi dari pasar dalam negeri, kita yakin bahwa Indonesia akan menjadi negara besar yang secara ekonomi akan sangat disegani di dunia. Pasarnya besar, sehingga jika bisa dipenuhi oleh produk dalam negeri maka akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa besar,” demikian Deding Ishak.

@mpa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.