Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Mudik Lebaran: Lebih dari Sekadar Pulang Kampung, Ini Maknanya

Desi Rossilawati
Kamis, 27 Maret 2025 | 00:10 WIB
Bagikan
Mudik Lebaran: Lebih dari Sekadar Pulang Kampung, Ini Maknanya
VISI.NEWS | BANDUNG - Mudik Lebaran, atau perjalanan pulang kampung menjelang Idulfitri, telah menjadi tradisi yang melekat dalam budaya masyarakat Indonesia. Setiap tahunnya, jutaan perantau melakukan perjalanan jauh demi berkumpul bersama keluarga di kampung halaman untuk merayakan hari kemenangan. Secara etimologis, kata 'mudik' berasal dari bahasa Melayu 'udik' yang berarti hulu atau ujung. Dahulu, masyarakat yang tinggal di pedalaman sering bepergian ke kota untuk bekerja, lalu kembali ke kampungnya di hulu sungai. Seiring perkembangan zaman, istilah mudik pun digunakan untuk menggambarkan fenomena pulang kampung menjelang Lebaran. "Berasal dari bahasa Melayu, udik. Konteksnya pergi ke muara dan kemudian pulang kampung. Saat orang mulai merantau karena ada pertumbuhan di kota, kata mudik mulai dikenal dan dipertahankan hingga sekarang saat mereka kembali ke kampungnya," ujat Antropolog Universitas Gajah Mada (UGM), Prof Heddy Shri Ahimsa Putra. Menurut catatan sejarah, tradisi mudik mulai populer pada tahun 1970-an, ketika Jakarta menjadi pusat ekonomi utama di Indonesia. Banyak masyarakat dari berbagai daerah merantau ke ibu kota untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Ketika Idulfitri tiba, mereka kembali ke kampung halaman untuk merayakan bersama keluarga. Mudik tidak hanya menjadi momen pelepas rindu, tetapi juga kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi dan meminta maaf kepada orang tua serta keluarga besar. Tradisi ini telah berkembang dari masa ke masa, mulai dari perjalanan menggunakan perahu dan kereta kuda hingga menggunakan transportasi modern seperti mobil, bus, dan pesawat. Meskipun kemajuan teknologi telah mempermudah komunikasi jarak jauh, berkumpul secara langsung dengan keluarga tetap menjadi hal yang sangat dinantikan. Mudik tidak hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga merefleksikan nilai kebersamaan, kasih sayang, dan saling memaafkan yang menjadi inti dari perayaan Idulfitri. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.