Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

Mudik Lebaran 2025: Lancar, Berkesan, dan Berdampak Positif bagi Ekonomi Lokal

Desi Rossilawati
Senin, 14 April 2025 | 16:25 WIB
Bagikan
Mudik Lebaran 2025: Lancar, Berkesan, dan Berdampak Positif bagi Ekonomi Lokal

VISI.NEWS | BANDUNG - Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) telah melakukan survei terkait dengan 'Mudik 2025' melalui zoom meeting pada Senin (14/4/2025).

Mudik Lebaran tahun 2025 ini membawa angin segar, tidak hanya bagi para pemudik yang ingin bersilaturahmi, tetapi juga bagi ekonomi lokal di berbagai daerah. Dibandingkan tahun lalu, kepuasan pemudik meningkat signifikan, terutama dalam hal kelancaran arus mudik dan pelayanan fasilitas umum.

Banyak pemudik memilih berbelanja di pasar tradisional untuk membeli makanan khas dan pakaian daerah sebagai oleh-oleh.

"Kami membelinya untuk dibagikan ke tetangga dan kerabat dekat," ujar salah satu pemudik yang di sampaikan oleh Pengamat Otomotof, Aries Aditya.

Aktivitas ini berdampak positif pada perekonomian lokal, terutama di sentrasentra wisata dan pusat oleh-oleh. Pemerintah melalui berbagai programnya menuai apresiasi.

Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, mengatakan bahwa tahun ini layanan transportasi umum meningkat, baik dari sisi jumlah tiket maupun kenyamanan. Namun, banyak pemudik tetap memilih menggunakan motor karena alasan ekonomi.

Sementara itu, kecelakaan kapal yang terjadi di Pelabuhan Merak sebelum puncak mudik menjadi sorotan akan pentingnya keselamatan dan kesiapan infrastruktur.

Joko berharap pemudik lebih memilih transportasi umum demi keselamatan dan efisiensi. Untuk itu, pemerintah diharapkan terus berinovasi dalam menyediakan layanan mudik yang lebih baik di masa mendatang.

Aries menyoroti bahwa pemudik yang menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur cenderung memanfaatkan momen mudik untuk berwisata. Arus balik dari Semarang ke Jakarta terpantau lancar berkat sistem one way di Tol Cikampek. Meski beberapa rest area cukup padat, fasilitas yang disediakan dinilai cukup memadai. Rest area 379A, misalnya, memiliki antrean yang lebih lengang, terutama untuk kendaraan listrik.

Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, mengungkapkan bahwa jumlah pemudik pada tahun 2025 ini mengalami penurun 24% akibat dampak ekonomi, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK).

Daya beli masyarakat yang melemah membuat sebagian orang berpikir dua kali untuk mudik.

“Ke depan, perlu perhatian khusus terhadap sektor logistik. Biaya logistik yang tinggi adalah salah satu kelemahan Indonesia,” ujar Direktur Riset dan Komunikasi KedaiKOPI, Ibnu Dwi Cahyo.

Ia menambahkan bahwa kota-kota besar masih menjadi harapan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.