MOTIVASI | Tidak Ada Gunanya, Usia Saya Terlalu...

ED
Senin, 11 September 2023 | 07:07 WIB
Bagikan
MOTIVASI | Tidak Ada Gunanya, Usia Saya Terlalu...

VISI.NEWS | BANDUNG - DALIH usia, penyakit kegagalan karena tidak pernah merasa berada pada usia yang tepat, muncul dalam dua bentuk yang mudah dikenali: variasi "Saya terlalu tua" dan "Saya terlalu muda."

Anda pernah mendengar ratusan orang dari segala usia menjelaskan prestasi mereka yang sedang-sedang saja dalam hidup mereka lebih kurang seperti ini: "Saya terlalu tua (atau terlalu muda) untuk melakukan terobosan sekarang ini. Saya tidak dapat mengerjakan apa yang ingin saya kerjakan, atau saya mampu kerjakan, karena rintangan usia."

Mengherankan sekali dan patut disayangkan bahwa hanya sedikit orang yang merasa bahwa mereka berada dalam "usia yang cocok." Dalih ini menutup pintu bagi peluang yang sebenarnya bagi ribuan orang. Mereka mengira usia mereka salah, sehingga mereka bahkan tidak berniat untuk mencoba.

Variasi "Saya terlalu tua" adalah bentuk yang paling lazim dari dalih usia. Penyakit ini menyebar dengan cara yang samar. Drama dan artikel majalah tentang topik tersebut, "Mengapa Anda Terlalu Tua pada Usia Empat Puluh" sangat populer, bukan karena menggambarkan fakta yang sebenarnya, melainkan karena menarik banyak pikiran khawatir yang mencari dalih.

Bagaimana Mengatasi Dalih Usia ?

Dalih usia dapat disembuhkan. Beberapa tahun yang lalu sewaktu menjalankan suatu program pelatihan penjualan, mendapatkan serum yang ampuh untuk menyembuhkan penyakit ini sekaligus memberikan vaksin melawan kekambuhannya. Di dalam program pelatihan itu ada seorang peserta yang bernama Cecil. Ia berusia 40 tahun, ingin mengangkat dirinya menjadi wiraniaga, tetapi mengira bahwa dirinya sudah terlalu tua. "Bagaimanapun," ia menjelaskan. "Saya harus memulai dari awal sekali. Dan pada usia empat puluh, saya sudah jauh terlalu tua."

Saya berbicara dengan Cecil beberapa kali mengenai masalah "usia tua" ini. Saya menggunakan obat yang sudah diuji dengan baik, "Anda setua yang Anda rasakan," tetapi ternyata cara ini tidak manjur. (Terlalu sering orang menjawab dengan ketus "Tetapi saya memang merasa tua!")

Akhirnya, saya menemukan metode yang ampuh. Suatu hari sesudah sesi pelatihan, saya berkata, "C-cil, kapan usia produktif manusia dimulai?" Ia berpikir beberapa detik dan menjawab, "Oh, ketika ia berusia sekitar 20 tahun, saya kira." "Benar," saya membenarkan.

"Nah kapan usia produktif manusia berakhir?" Cecil menjawab, "Kalau ia tetap sehat dan menyukai pekerjaannya, saya kira orang masih sangat berguna ketika ia berusia 70 atau lebih."

"Baiklah," saya berkata, "banyak orang masih sangat produktif sesudah mereka mencapai usia 70, tetapi marilah kita sepakati apa yang baru saja Anda katakan. Tahun-tahun produktif manusia terentang dari usia 20 hingga 70. Itu berarti rentang waktu 50 tahun, atau setengah abad. Anda sekarang baru berusia 40 tahun. Berapa tahun kehidupan produktif yang sudah Anda jalankan?"

"Dua puluh," jawabnya.

"Dan berapa tahun lagi yang tersisa?"

"Tiga puluh," jawabnya.

"Dengan kata lain, Anda bahkan belum mencapai setengah jalan; Anda baru menggunakan 40 persen dari tahun-tahun produktif Anda."

Saya menatap Cecil dan mengetahui bahwa ia mengerti maksudnya. Ia sembuh dari dalih usia. Cecil sekarang melihat bahwa ia masih mempunyai banyak tahun penuh peluang yang tersisa. Ia berubah dari berpikir, "Saya sudah terlalu tua," menjadi "Saya masih muda."

Cecil kini sadar bahwa usia kini tidak menjadi soal. Sikap terhadap usia itulah yang menjadikannya berkat atau penghalang. Menyembuhkan diri Anda dari dalih usia kerap membuka pintu menuju peluang yang Anda kira sudah terkunci rapat.

Jika Anda menaklukkan dalih usia, Anda pun memperoleh optimisme orang muda dan merasa muda. Ketika Anda mengalahkan ketakutan Anda akan keterbatasan usia, Anda pun menambahkan tahun-tahun ke dalam kehidupan Anda, dan juga keberhasilan.

Seorang bekas teman kuliah memberikan sudut pandang yang menarik mengenai bagaimana mengalahkan dalih usia. Bill lulus dari Harvard dalam usia 20-an. Sesudah 24 tahun berkecimpung dalam bisnis pialang saham, di mana selama itu ia memperoleh penghasilan yang lumayan, Bill memutuskan bahwa ia ingin menjadi profesor universitas. Teman-teman Bill memperingatkan bahwa ia akan terlalu membebani dirinya dalam program belajar yang berat. Namun, Bill bertekad mencapai tujuannya ini, dan mendaftar di University of Illinois – pada usia 51 tahun. Pada usia 55 tahun ia meraih gelarnya. Sekarang ini ia adalah Ketua Jurusan Ekonomi di sebuah perguruan tinggi seni liberal murni. Ia juga berbahagia. Ia tersenyum ketika berkata, "Saya masih mempunyai hampir sepertiga dari tahun-tahun saya yang menyenangkan."

Usia tua adalah penyakit kegagalan. Kalahkan penyakit ini dengan menolaknya menahan diri Anda. Kapan seseorang itu terlalu muda? Variasi "Saya terlalu muda" dari dalih usia mengakibatkan kerusakan yang besar pula.

@m purnama alam

  • Sumber: Buku Berpikir dan Berjiwa Besar, David J. Schwartz

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.