MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura
Konsep tersebut memungkinkan setiap anggota memperoleh pemantauan kesehatan secara berkelanjutan, mulai dari deteksi dini faktor risiko penyakit hingga penyusunan program kesehatan jangka panjang yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
MORROW menilai kebutuhan terhadap layanan kesehatan preventif akan terus meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia di berbagai negara. Kondisi tersebut diperkirakan memberikan tekanan yang semakin besar terhadap sistem layanan kesehatan, pembiayaan pemerintah, serta produktivitas tenaga kerja.
Mengacu pada kajian McKinsey Health Institute, penerapan berbagai intervensi kesehatan preventif yang telah terbukti efektif berpotensi menciptakan nilai ekonomi global hingga 12,5 triliun dollar AS per tahun pada 2050. Hampir dua pertiga dari nilai tersebut diperkirakan berasal dari upaya pencegahan penyakit.
Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi seperti diagnostik modern, perangkat kesehatan digital (wearables), kecerdasan buatan (AI), dan analisis data kesehatan, MORROW ingin membantu masyarakat mengambil langkah pencegahan lebih dini sebelum penyakit berkembang.
Perusahaan menegaskan konsep yang diusung bukan hanya memperpanjang usia harapan hidup, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup atau *healthspan*, yakni periode ketika seseorang tetap sehat, aktif, dan produktif.
"Healthspan tidak seharusnya menjadi sesuatu yang hanya dapat dinikmati oleh mereka yang memiliki waktu dan uang tanpa batas. Peluang terbesar justru terletak pada bagaimana membuat layanan kesehatan preventif cukup mudah diakses sehingga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," kata Allen Law.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!