Mori Hanafi Soroti Sinergi Program BUMDes dan Koperasi Desa
Ia mempertanyakan potensi konflik kepentingan antara BUMDes dan koperasi desa yang bersifat independen.
“BUMDes itu jelas berada di bawah desa, sementara koperasi bersifat independen. Apakah kita bisa mengatasi ego-ego ke depan agar tidak terjadi benturan kebijakan?” ujarnya.
Mori meminta pemerintah memikirkan skema yang masuk akal agar kedua entitas ekonomi desa tersebut dapat berjalan selaras.
Dalam kesempatan yang sama, Mori juga mengapresiasi peningkatan signifikan anggaran Kementerian Transmigrasi. Ia mengingatkan bahwa pada awal pemisahan kementerian, anggaran transmigrasi hanya sekitar Rp120 miliar, namun kini meningkat menjadi sekitar Rp1,7 hingga Rp1,9 triliun.
“Ini menunjukkan adanya perhatian yang baik dari Presiden. Menurut kami, ini hal yang sangat positif,” katanya.
Meski isu transmigrasi dinilai sudah tidak sepopuler dulu, Mori menilai upaya Menteri Transmigrasi dalam merancang program-program baru patut diapresiasi karena berusaha membuat isu tersebut kembali relevan.
Menutup pernyataannya, Mori berharap seluruh program yang telah dirancang dapat berkelanjutan dan tidak berubah arah di pemerintahan mendatang.
“Saya secara pribadi berdoa agar program-program ini terus berlanjut. Jangan sampai di masa depan ada pemikiran untuk menarik kembali atau menggabungkannya tanpa perencanaan matang,” ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!