Mori Hanafi Soroti Kapasitas Bandara Bali yang Hampir Penuh
“Turis dari Malaysia berbondong-bondong datang. Bahkan warga Singapura kini berbelanja kebutuhan pokok ke Batam karena kurs dolar Singapura yang menguat,” katanya.
Fenomena ini dinilai berpotensi meningkatkan arus masuk wisatawan ke Indonesia dalam waktu dekat.
Selain menyoroti kapasitas, Mori juga memaparkan besarnya penerimaan ekonomi dari operasional bandara Bali. Dari airport tax saja, penerimaan disebut mencapai sekitar Rp1,8 triliun. Belum termasuk pendapatan dari parkir yang mendekati Rp100 miliar, serta sewa menyewa tenant dan restoran yang mencapai hampir Rp 200 miliar.
Ia menilai, dengan kontribusi ekonomi sebesar itu, peningkatan kapasitas dan infrastruktur bandara harus menjadi prioritas.
Mori menyebut kondisi berbeda kemungkinan terjadi di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta yang menurutnya masih memiliki kapasitas lebih memadai dibanding jumlah penumpang saat ini.
Namun, ia menegaskan bahwa kasus Bali perlu menjadi perhatian serius karena bandara tersebut merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Komisi V DPR RI meminta pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk segera menyusun langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan penumpang pada 2026.
Menurut Mori, tanpa perencanaan matang, keterbatasan kapasitas bandara bisa berdampak pada kenyamanan penumpang, kualitas layanan, hingga citra pariwisata nasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!