Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026

Momen Bandung Lautan Api, Kusnadi : Optimisme Untuk Semangat Melawan Covid-19

ED
Kamis, 24 Maret 2022 | 08:21 WIB
Bagikan
Momen Bandung Lautan Api, Kusnadi : Optimisme Untuk Semangat Melawan Covid-19
VISINEWS | BANDUNG - Bandung Lautan Api menjadi salah satu momen bersejarah rakyat Indonesia khususnya warga Jawa Barat (Jabar) dalam mencapai kemerdekaan, khususnya melawan kolonialisme pada Maret 1946. Anggota DPRD Jabar, Haji Kusnadi mengatakan, pada 23 Maret, hanya dalam waktu tujuh jam sekitar 200 ribu penduduk Bandung membakar rumahnya dan meninggalkan kota agar para penjajah tidak bisa untuk merebutnya. "Pada saat peristiwa BLA rakyat Kota Bandung berkorban harta jiwa, dan saat semoga semangat dan optimis untuk mengingatkan pola hidup sehat dengan kebiasaan baru dalam menghadapi COVID-19," katanya. Momentum ini Bandung Lautan Api, lanjut Kusnadi, harus digunakan masyarakat di tengah pandemik COVID-19, sebagai momen perjuangan yang sama harus dilakukan layaknya para pejuang jaman dulu. "Kita harus yakin kedepan Bandung akan lebih baik dari hari ini, tentunya dengan semangat juang untuk berjuang melawan pandemi Covid-19," ujarnya. Kusnadi mengungkapkan, semangat yang dikorbankan oleh rakyat bersama tentara Indonesia pada 76 Tahun lalu menjadi inspirasi perjuangan di masa sekarang, dalam menanggulangi penyebaran virus Covid-19. "Kita tidak mudah berputus asa dalam memerangik pandemi di negeri tercinta selama lebih dari 2 tahun ini, optimistis semangat para pahlawan bisa menjadi pecut untuk masyarakat Jabar," ungkapnya. Peristiwa Bandung Lautan Api mengilhami Ismail Marzuki beserta para pejuang Indonesia saat itu untuk mengubah dua baris terakhir dari lirik lagu Hallo Bandung menjadi lebih patriotis dan membakar semangat perjuangan. "Lagu Halo Halo Bandung menjadi sangat dikenal dan menjadi salah satu lambang perjuangan kemerdekaan Indonesia melawan penjajah," pungkasnya.@eko.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.