Minggu Kedua Perang Iran-Israel Dimulai dengan Serangan Baru ke Fasilitas Nuklir
Israel mengklaim telah membunuh dua komandan senior Pasukan Quds dalam serangan udara terpisah di Qom dan Teheran. Salah satu dari mereka, Saeed Izadi, adalah pemimpin Korps Palestina dalam sayap luar negeri Garda Revolusi. Komandan lainnya, Benham Shariyari, disebut bertanggung jawab atas distribusi senjata ke Hamas, Hizbullah, dan Houthi.
Sebaliknya, Iran menyebut telah menangkap 22 orang di Provinsi Qom yang diduga memiliki hubungan dengan dinas mata-mata Israel. Mereka dituduh menyebarkan propaganda dan mengganggu ketertiban umum.
Serangan udara Israel terhadap fasilitas nuklir di Isfahan pada Sabtu juga dilaporkan tidak menyebabkan kebocoran zat radioaktif. Namun, dampak psikologisnya besar karena fasilitas ini sebelumnya menjadi simbol kemajuan program nuklir Iran.
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan bahwa konflik ini bisa memicu krisis pengungsi baru di Timur Tengah. Filippo Grandi, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi, menyerukan deeskalasi segera untuk mencegah penderitaan manusia berkepanjangan.
Meskipun banyak tekanan dari komunitas internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak menghentikan operasi militer, sementara Trump menyatakan skeptis bahwa perundingan akan membuahkan hasil dalam waktu dekat. Rusia dan China menyerukan penghentian segera kekerasan, sementara Teheran dan Tel Aviv terus saling menyerang baik secara militer maupun diplomatik.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!