MHI dan ITB Perkuat Kolaborasi Riset Listrik Bersih Berbasis Amonia
“Dengan melanjutkan dan mengembangkan capaian yang telah diraih bersama, kami berharap dapat memperkuat fondasi teknis guna mendukung pembangkitan tenaga listrik yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Guru Besar ITB, Ari Darmawan Pasek menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam mendorong transisi energi bersih.
“Transisi menuju energi yang lebih bersih sangat penting dalam mengatasi perubahan iklim. Kolaborasi kami dengan MHI mencerminkan pentingnya menggabungkan penelitian akademis dengan keahlian industri untuk memajukan teknologi bahan bakar yang lebih bersih. Kami yakin kemitraan yang berkelanjutan ini akan menghasilkan wawasan berharga untuk mendukung peran amonia di masa depan pembangkitan listrik dan perjalanan dekarbonisasi Indonesia,” kata Ari.
Ia optimistis kemitraan berkelanjutan ini akan menghasilkan wawasan strategis yang dapat memperkuat peran amonia dalam sistem pembangkitan listrik masa depan serta mendukung perjalanan Indonesia menuju emisi nol bersih.
MHI dan ITB pertama kali menandatangani nota kesepahaman pada 2020 untuk berkolaborasi dalam riset solusi energi bersih generasi mendatang dan analisis big data pembangkit listrik. Kemitraan tersebut diperpanjang pada 2022 dan terus berkembang melalui berbagai inisiatif riset pembangkitan listrik berbahan bakar amonia hingga perjanjian terbaru pada 2026.
Dengan dukungan Mitsubishi Power, MHI menegaskan komitmennya untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di sektor energi nasional, sejalan dengan target Indonesia mencapai emisi nol bersih pada 2060. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!