Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026 Garam Himalaya vs Laut, Mana Lebih Sehat? 20 Aug 2026 Transjakarta Alihkan Koridor 13 Imbas Kendala Teknis di Petukangan 20 Aug 2026 Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop 20 Aug 2026 Indonesia-Kamboja Bentuk 'Indonesia Desk', Perangi Jaringan Scam Lintas Negara 20 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026 Garam Himalaya vs Laut, Mana Lebih Sehat? 20 Aug 2026 Transjakarta Alihkan Koridor 13 Imbas Kendala Teknis di Petukangan 20 Aug 2026 Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop 20 Aug 2026 Indonesia-Kamboja Bentuk 'Indonesia Desk', Perangi Jaringan Scam Lintas Negara 20 Aug 2026

Merah Putih Menyusuri Nusantara, Lintangnusa Tebar Harapan

ED
PN
Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:10 WIB
Bagikan
Merah Putih Menyusuri Nusantara, Lintangnusa Tebar Harapan

Momen hangat usai upacara bendera, anak-anak SD Ndayami berfoto di Bukit Ndapayami, Sumba, Nusa Tenggara Timur, pada 17 Agustus 2026. /visi.news/ist

VISI.NEWSKemerdekaan tidak selalu harus dimaknai melalui kemeriahan panggung, perlombaan di lingkungan permukiman, atau parade yang memenuhi sudut-sudut kota. Di tangan sekelompok anak muda lintas komunitas, semangat kemerdekaan justru diwujudkan melalui perjalanan panjang melintasi Nusantara, membawa Merah Putih sekaligus menanamkan harapan bagi generasi muda.

Semangat tersebut hadir melalui Lintangnusa, sebuah perjalanan berkendara bertemakan kemerdekaan yang melintasi sejumlah wilayah Indonesia. Dalam perjalanan tahun 2026, kegiatan ini mendapat dukungan PT Federal International Finance (FIFGROUP) sebagai official partner.

Lintangnusa diinisiasi oleh anak-anak muda dari berbagai komunitas yang memiliki semangat untuk terus menggaungkan optimisme di tengah keberagaman bentang Nusantara. Perjalanan tersebut tidak sekadar menjadi ekspedisi kendaraan dari satu daerah ke daerah lain, tetapi dirancang sebagai perjalanan yang membawa pesan kebangsaan, pendidikan, dan kepedulian sosial.

Merah Putih Menempuh Ribuan Kilometer

Perjalanan Lintangnusa dimulai pada Juli 2026 dari Bandung, Jawa Barat.

Dari Kota Kembang, rombongan menempuh perjalanan panjang menuju berbagai wilayah hingga akhirnya mencapai Sumba, Nusa Tenggara Timur, tepat pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Perjalanan tersebut menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan tidak mengenal batas geografis.

Bendera Merah Putih yang dibawa sepanjang perjalanan menjadi bagian penting dari misi Lintangnusa. Bendera tersebut kemudian dibagikan kepada 17 sekolah dasar (SD) yang dilewati dalam perjalanan.

Bukan sekadar menyerahkan bendera, Lintangnusa juga mengajak para siswa untuk mengibarkan Merah Putih dalam upacara peringatan kemerdekaan di sekolah masing-masing.

Dengan cara tersebut, perjalanan yang bermula dari Bandung tidak berhenti sebagai kisah perjalanan sekelompok orang. Semangatnya diteruskan kepada anak-anak di berbagai daerah melalui simbol yang sangat dekat dengan perayaan kemerdekaan: Sang Saka Merah Putih.

Buku dan Alat Tulis untuk Anak-anak

Misi sosial Lintangnusa tidak berhenti pada pembagian bendera.

Di setiap sekolah yang menjadi bagian dari perjalanan, rombongan turut membagikan buku dan alat tulis kepada para siswa.

Bantuan sederhana tersebut membawa pesan yang lebih besar tentang pentingnya pendidikan sebagai bagian dari perjalanan bangsa menuju masa depan.

Buku dan alat tulis menjadi simbol bahwa kemerdekaan juga dapat dimaknai melalui kesempatan belajar.

Anak-anak di daerah memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, mengembangkan cita-cita, dan membangun masa depan.

Melalui kegiatan tersebut, Lintangnusa berusaha menghadirkan pengalaman kemerdekaan yang lebih dekat dengan kehidupan anak-anak.

Mereka tidak hanya diajak melihat bendera berkibar, tetapi juga mendapatkan dukungan berupa perlengkapan belajar yang dapat digunakan dalam keseharian.

Kemerdekaan sebagai Energi Optimisme

Bagi FIFGROUP, keterlibatan dalam perjalanan Lintangnusa merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang membawa semangat optimisme sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Direktur FIFGROUP Daniel Hartono mengatakan, kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar perayaan tahunan.

Menurutnya, momentum kemerdekaan seharusnya menjadi kesempatan untuk terus bergerak, menumbuhkan optimisme, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Bagi FIFGROUP, kemerdekaan memiliki makna yang lebih luas dari sekadar sebuah perayaan. Kemerdekaan menjadi momentum untuk terus bergerak, menghadirkan optimisme, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Semangat inilah yang kami lihat dalam perjalanan Lintangnusa, yang tidak hanya membawa Merah Putih melintasi ribuan kilometer, tetapi juga menghadirkan semangat belajar dan harapan bagi generasi muda di berbagai daerah,” ujar Daniel.

Menurut Daniel, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa semangat kebangsaan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan yang dekat dengan masyarakat.

Lintangnusa tidak hanya mengibarkan Merah Putih di sepanjang perjalanan, tetapi juga menjadikan perjalanan tersebut sebagai ruang untuk berbagi.

Dari Jalanan Menuju Ruang Belajar

Ada sesuatu yang menarik dari perjalanan Lintangnusa.

Kendaraan yang bergerak dari Bandung menuju Sumba tidak hanya membawa orang dan perlengkapan perjalanan. Di dalamnya terdapat pesan bahwa kemerdekaan harus terus dihidupkan melalui tindakan nyata.

Bendera yang diberikan kepada sekolah menjadi simbol persatuan.

Buku dan alat tulis menjadi simbol pendidikan.

Sementara perjalanan panjang dari Jawa Barat menuju Nusa Tenggara Timur menjadi simbol keterhubungan Indonesia sebagai sebuah bangsa yang terdiri atas ribuan pulau dan beragam budaya.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa jarak geografis tidak harus menjadi penghalang untuk membangun kepedulian.

Sebaliknya, perjalanan dapat menjadi cara untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat di berbagai daerah sekaligus berbagi sesuatu yang bermanfaat.

Kolaborasi dari Langkah Sederhana

FIFGROUP menilai dampak positif dapat lahir dari langkah-langkah sederhana apabila dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.

Daniel mengatakan kolaborasi dengan Lintangnusa diharapkan dapat menumbuhkan semangat untuk terus bergerak memberikan kontribusi bagi Indonesia.

“FIFGROUP percaya bahwa dampak positif dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama. Melalui kolaborasi ini, kami berharap semangat yang dibawa Lintangnusa dapat terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bergerak memberikan kontribusi bagi Indonesia,” tambah Daniel.

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kegiatan bertema perjalanan dapat dikembangkan menjadi gerakan sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung.

Semangat kemerdekaan tidak berhenti pada slogan, tetapi diterjemahkan melalui kegiatan yang dapat dirasakan penerimanya.

Puncak di Sumba

Setelah menempuh perjalanan sejak Juli 2026, Lintangnusa akhirnya mencapai Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Sumba menjadi titik akhir perjalanan sekaligus lokasi peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus 2026.

Di sana, rombongan mengikuti upacara kemerdekaan bersama anak-anak SD Negeri Ndayami, Sumba.

Momen tersebut menjadi puncak perjalanan panjang yang dimulai dari Bandung.

Jika perjalanan menjadi rangkaian panjang yang menghubungkan berbagai daerah, maka upacara di SD Negeri Ndayami menjadi titik pertemuan antara semangat perjalanan dan makna kemerdekaan yang sesungguhnya.

Merah Putih berkibar, anak-anak mengikuti upacara, dan perjalanan ribuan kilometer menemukan maknanya dalam sebuah pertemuan sederhana di lingkungan sekolah.

Dari Bandung, Semangat Itu Berjalan

Lintangnusa menunjukkan bahwa merayakan kemerdekaan dapat dilakukan dengan banyak cara.

Ada yang merayakannya dengan perlombaan, ada yang menghias kampung, menggelar parade, menyelenggarakan pertunjukan seni, hingga mengikuti upacara.

Namun, ada pula yang memilih merayakannya dengan menempuh perjalanan panjang, membawa Merah Putih dari satu daerah ke daerah lain, lalu menitipkan semangatnya kepada anak-anak di sekolah.

Dari Bandung hingga Sumba, perjalanan Lintangnusa menjadi cerita tentang Indonesia yang terbentang luas.

Tentang jalan yang panjang, pulau-pulau yang berbeda, masyarakat dengan latar belakang yang beragam, dan anak-anak yang memiliki mimpi masing-masing.

Di sepanjang perjalanan itu, Merah Putih menjadi benang merah yang menyatukan semuanya.

Dan ketika bendera akhirnya berkibar di halaman SD Negeri Ndayami, Sumba, pada 17 Agustus 2026, perjalanan tersebut menemukan pesan paling sederhananya: kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi tentang menyalakan harapan untuk masa depan.

Sebab, kemerdekaan akan selalu memiliki arti ketika semangatnya terus dibawa berjalan—dari satu generasi ke generasi berikutnya, dari satu daerah ke daerah lainnya, dan dari langkah kecil menjadi harapan besar bagi Indonesia.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.