Menteri P2MI Dorong Pekerja Migran Naik Kelas: Isi Industri High Skill

Desi Rossilawati Andri Somantri
Selasa, 28 Juli 2026 | 06:29 WIB
Bagikan
Menteri P2MI Dorong Pekerja Migran Naik Kelas: Isi Industri High Skill

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, dalam kegiatan PASIM Go International Job Fair 2026 di Kota Sukabumi, Senin (27/7/2026)./visi.news/Andri.

VISI.NEWS – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, membuka PASIM Go International Job Fair 2026 di Kampus PASIM, Kota Sukabumi, Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Kementerian P2MI dan Universitas Nasional PASIM dalam membangun ekosistem penempatan pekerja migran Indonesia yang aman, prosedural, dan terlindungi.

Menurut Mukhtarudin, penyelenggaraan job fair tersebut merupakan implementasi dari nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian P2MI dan Universitas Nasional PASIM yang melahirkan Migrant Center enam bulan lalu.

"Setelah dibentuk Migrant Center, enam bulan kemudian dilakukan job fair dalam rangka menginformasikan tentang peluang-peluang kerja luar negeri dan bagaimana memberikan edukasi kepada masyarakat bekerja secara prosedural dan menjadi pekerja migran yang prosedural," ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah Kabupaten dan Kota Sukabumi, asosiasi pekerja migran seperti ABJATI dan ASPATAKI, Kadin, perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI), perbankan, hingga dunia usaha.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pengelolaan pekerja migran dari hulu hingga hilir.

Mukhtarudin menjelaskan, peluang kerja yang ditawarkan dalam job fair mencakup sejumlah negara tujuan, di antaranya Jepang, Malaysia, beberapa negara Asia lainnya, negara Timur Tengah, Turki, Albania, Jerman dan berbagai negara di Eropa.

Ia menegaskan, masyarakat harus memanfaatkan jalur resmi dalam bekerja ke luar negeri agar terhindar dari praktik penempatan nonprosedural. Hal itu penting mengingat angka pekerja migran nonprosedural dari Jawa Barat masih tergolong tinggi.

"Maka dengan kehadiran job fair, bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kalau mau bekerja ke luar negeri ada salurannya, ada mitranya, ada perusahaan P3MI dan ada pemerintah daerahnya, kalau disini ada Pasim Go Internasional," ucapnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.