Menteri P2MI Dorong Pekerja Migran Naik Kelas: Isi Industri High Skill
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, dalam kegiatan PASIM Go International Job Fair 2026 di Kota Sukabumi, Senin (27/7/2026)./visi.news/Andri.
VISI.NEWS – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, membuka PASIM Go International Job Fair 2026 di Kampus PASIM, Kota Sukabumi, Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Kementerian P2MI dan Universitas Nasional PASIM dalam membangun ekosistem penempatan pekerja migran Indonesia yang aman, prosedural, dan terlindungi.
Menurut Mukhtarudin, penyelenggaraan job fair tersebut merupakan implementasi dari nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian P2MI dan Universitas Nasional PASIM yang melahirkan Migrant Center enam bulan lalu.
"Setelah dibentuk Migrant Center, enam bulan kemudian dilakukan job fair dalam rangka menginformasikan tentang peluang-peluang kerja luar negeri dan bagaimana memberikan edukasi kepada masyarakat bekerja secara prosedural dan menjadi pekerja migran yang prosedural," ujarnya.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah Kabupaten dan Kota Sukabumi, asosiasi pekerja migran seperti ABJATI dan ASPATAKI, Kadin, perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI), perbankan, hingga dunia usaha.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pengelolaan pekerja migran dari hulu hingga hilir.
Mukhtarudin menjelaskan, peluang kerja yang ditawarkan dalam job fair mencakup sejumlah negara tujuan, di antaranya Jepang, Malaysia, beberapa negara Asia lainnya, negara Timur Tengah, Turki, Albania, Jerman dan berbagai negara di Eropa.
Ia menegaskan, masyarakat harus memanfaatkan jalur resmi dalam bekerja ke luar negeri agar terhindar dari praktik penempatan nonprosedural. Hal itu penting mengingat angka pekerja migran nonprosedural dari Jawa Barat masih tergolong tinggi.
"Maka dengan kehadiran job fair, bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kalau mau bekerja ke luar negeri ada salurannya, ada mitranya, ada perusahaan P3MI dan ada pemerintah daerahnya, kalau disini ada Pasim Go Internasional," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Mukhtarudin juga meresmikan program SMK plus Go Internasional sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar kerja global.
Sehingga, paradigma pekerja migran Indonesia kini telah berubah, karena mampu mengisi berbagai sektor formal dan profesional.
"Kita ingin pekerja migran naik kelas. Kita sudah mengisi sektor-sektor formal di industri, di manufaktur, di kesehatan, industri-industri medium-high skill," pungkasnya.
Sementara itu, ketua Yayasan Pasim Wati Purnaningrum mengatakan Pasim Go Internasional Job Fair 2026 dilaksanakan 27-28 Juli.
Kegiatan tersebut menghadirkan lebih dari 5.000 lowongan kerja internasional yang ditawarkan oleh lebih dari 30 perusahaan.
Adaun peluang kerja yang tersedia mencakup berbagai sektor, di antaranya hospitality dan perhotelan, konstruksi, manufaktur, pertanian modern, perikanan, logistik, pengolahan makanan, serta sejumlah bidang industri lainnya.
"Kami berharap, Pasim Go Internasional Job Fair 2026 dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan lebih banyak peluang kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, unggul dan bersaing di dunia internasional," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!