Mensos: Banyak Para Lansia Tunggal Ditelantarkan Oleh Keluarganya

ED
Senin, 30 Mei 2022 | 12:16 WIB
Bagikan
Mensos: Banyak Para Lansia Tunggal Ditelantarkan Oleh Keluarganya
VISI.NEWS | KABUPATEN TASIKMALAYA -- Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini mengatakan, kebanyakan para lansia tunggal ditelantarkan oleh keluarganya. "Saya besarkan Hari Lansia, kami setiap hari scanning di media sosial banyak lansia sengaja dibuang oleh anaknya karena merepotkan, karena alasan ekonomi," ucap Mensos dalam kata sambutannya pada Hari Lanjut Usia Nasional. Mensos mengingatkan bahwa saat bayi semua orang tidak bisa apa-apa. Namun, orang tua merawat dengan sukacita meski di tengah keadaan ekonomi yang sulit. "Saat itu, tanpa beban dengan suka hati mereka (orang tua) merawat kita hingga jadi dewasa," tuturnya. "Apa pun alasannya kita tidak boleh menelantarkan orang tua. Suatu saat kita pun akan menjadi tua, kita tidak kuat, dan tidak berdaya," tambahnya. Menteri Sosial RI Tri Rismaharini melaporkan bahwa berdasarkan data Kementerian Sosial RI, jumlah lansia tunggal di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 28.000 orang yang tersebar di 39 kecamatan. Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menghadiri acara Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-26 Tahun 2022 bersama Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama (SMC), Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (29/5/2022). Pak Uu --sapaan Wagub Jabar-- melaporkan, jumlah lansia, khususnya lansia tunggal, di Kabupaten Tasikmalaya cukup tinggi. "Ini akan menjadi perhatian kami. Program-program ke depan akan memberi perhatian khusus kepada Tasikmalaya," kata Pak Uu. Pak Uu juga mendorong masyarakat di Jabar untuk bahu-membahu memberikan dukungan maupun bantuan kepada sesama yang membutuhkan, termasuk lansia. Selain itu, Pak Uu sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Provinsi Jabar menuturkan bahwa pihaknya akan turut memperhatikan penanggulangan kemiskinan di Tasikmalaya. "Maka saya mengucapkan terima kasih kepada Mensos atas kedatangannya ke sini," ucapnya. Menurut Pak Uu, bantuan tidak hanya bersifat material, tetapi juga bantuan yang berupa pembinaan, pembekalan keahlian juga patut diberikan sehingga para lansia juga dapat berdaya. "Bantuan pendidikan juga ditingkatkan karena seolah ada kaitan antara kemiskinan dan pendidikan," ucapnya. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.