Menlu RI Bahas Perdamaian dan Perlindungan WNI di Pertemuan dengan Wakil Presiden Yaman
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 23 Januari 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | SWISS - Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu RI), Sugiono, bertemu dengan Wakil Presiden Dewan Pemimpin Kepresidenan Yaman, Aidarous Al-Zoubaidi, di sela-sela pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) 2025 pada Rabu (22/1/2025).
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai isu, termasuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah dan Laut Merah, serta peluang kerja sama untuk menciptakan perdamaian di Yaman. Menlu Sugiono menegaskan pentingnya hubungan Indonesia dan Yaman, seraya menyebut Yaman sebagai mitra strategis dalam mendukung stabilitas kawasan.
"Bagi Indonesia, Yaman adalah saudara dan mitra penting dalam mendorong perdamaian di kawasan Timur Tengah," ujar Menlu Sugiono.
Menlu Sugiono juga menyatakan keprihatinannya atas kondisi kemanusiaan di Yaman yang terus memburuk akibat konflik berkepanjangan. Sementara itu, Wakil Presiden Al-Zoubaidi memaparkan langkah-langkah yang telah diambil bersama negara-negara mitra dan organisasi internasional untuk mengupayakan perdamaian di negaranya. Ia juga menyampaikan harapan agar Indonesia dapat memainkan peran lebih besar di Timur Tengah.
Menlu RI menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya perdamaian inklusif di Yaman, menekankan bahwa stabilitas di negara tersebut merupakan kunci untuk menciptakan perdamaian yang lebih luas di Timur Tengah.
"Perdamaian di Yaman merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan stabilitas di Timur Tengah," ujarnya.
Selain membahas perdamaian, Menlu Sugiono juga meminta perhatian dari Pemerintah Yaman terhadap perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di negara itu.
"Pelindungan WNI akan terus menjadi perhatian dan prioritas diplomasi Indonesia, khususnya di tengah situasi di Timur Tengah saat ini," tegasnya.
Sebagian besar diaspora Indonesia di Yaman adalah pelajar yang tinggal di wilayah selatan. Perlindungan terhadap WNI, menurut Menlu, akan selalu menjadi prioritas dalam diplomasi Indonesia, terutama di tengah situasi yang masih rawan di Timur Tengah. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!