Mengulik Tradisi Titip Doa kepada Jemaah Haji
Menariknya, tradisi turun temurun ini terus berkembang mengikuti zaman. Di era media sosial, banyak orang yang bahkan menitipkan doa melalui pesan WhatsApp, status Facebook, atau kolom komentar Instagram. Ada pula yang membuat unggahan khusus: “Teman-teman, insyaAllah saya akan berangkat haji. Bagi yang ingin titip doa, silakan tulis di komentar.” Responsnya bisa luar biasa. Titipan doa mengalir deras, mulai dari yang sederhana hingga yang sangat personal.
Fenomena ini menunjukkan bahwa ibadah haji tidak pernah berdiri sendiri sebagai ritual individu. Ia menyatu dengan praktik budaya, relasi sosial, dan dinamika spiritual masyarakat. Tradisi titip doa hanyalah satu dari sekian banyak bukti bahwa ibadah haji, bagi masyarakat Indonesia, adalah peristiwa besar yang melampaui batas pribadi. Ia adalah momentum kolektif yang sarat makna, harapan, dan pengharapan bersama. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!