Mengintip Persiapan Vihara Dharma Ramsi Menyambut Imlek
Di sisi lain, Budhi juga sudah tidak meragukan lagi tingkat toleransi antar umat beragama di Kota Bandung. Ia menjagokan Bandung sebagai kota yang sangat toleran, meski dihuni masyarakat yang berlatar belakang majemuk.
“Toleransi di kita ini menjunjung tentang leluhur. Dan kami rasa karena faktor ini, makanya di Kota Bandung rukun, khidmat dalam beribadah,” ujarnya.
Ia mencontohkan di kawasan Cibadak, Kota Bandung. Saat ada pertunjukkan Barongsai dalam kirab budaya Cap Go Meh misalnya, pertunjukkan ini bukan hanya milik salah satu umat beragama atau salah satu etnis tertentu saja, tetapi sudah menjadi milik seluruh warga yang terlibat. Apapun suku, ras, dan agamanya. “Kegiatan-kegiatan di sini akhirnya berbasis kebudayaan, Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan salah satu pengurus di Vihara Dharma Ramsi, Asikin. Ia mengungkapkan, dua harapan di tahun naga ini adalah kesehatan dan kesejahteraan bagi seluruh umat beragama.
“Kita sudah pernah 'dipukul' oleh pandemi. Syukur, saat ini sudah berlalu. Ini kesempatan untuk sama-sama, semoga para naga ini membuka pintu rezeki kita,” ucapnya.
Malam ibadah Hari Raya Imlek nantinya akan digelar 9 Februari 2024, dilanjutkan dengan kegiatan ibadah pada 10 Februari 2024.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!