Mengikuti Hari Pers Nasional di Negeri Paman Sam
Semua bagus. Mengakui peran pers dan mengharapkan pers Nasional tetap on the track .Independensi pers, menjadi tema sentral lebih-lebih memasuki Pemilu Indonesia tahun 2024. Tentu saja itu harapan yang tidak mudah, lebih sering berbanding terbalik dengan kenyataan. Itulah realita pers di Tanah Air, juga di negara kampiun demokrasi, Amerika Serikat.
Hampir tidak ada yang baru, setiap HPN selalu begitu. Setidaknya lima tahun terakhir karena " tsunami" disrupsi dan persoalan kedigdayaan platform digital asing. Soal itu menjadi tema daur ulang di seminar dan konvensi media di HPN. Mengingatkan ucapan satir Naga Bonar :" Berunding, berunding tapi Belanda datang juga." Tetapi kita tetap harus memelihara semangat. Mudah-mudahan tsunami tidak berakibat buruk bagi dunia pers kita.
Tidak bisa diingkari lebih seribu insan pers dari berbagai provinsi di Indonesia yang menghadiri HPN di Medan tetap menunjukkan semangat untuk melakukan perlawanan. Tak hanya insan pers tetapi juga Presiden Jokowi, menteri, pejabat tinggi negara dan tokoh pers,bahkan menyempatkan menginap di Medan demi HPN.
Saya melihat foto Presiden bersama insan pers bersuka ria makan durian Medan Si Bolang bareng wartawan. Foto suasana itu diposting teman-teman di Grup Whats App wartawan membuat rasa haru semakin membuncah. Terkenang peristiwa 77 tahun lalu ketika tokoh- tokoh pers berkumpul di Solo mendeklarasikan pembentukan organisasi wartawan Indonesia ( PWI), kurang setahun setelah Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan Indonesia 17 Agustus 1945.
Mengapa ke AS ?
Wartawan senior Hendry Bangun benar. Dalam tulisannya mengenai HPN 2023 Medan dia "menggugat" wartawan yang memilih bepergian ke LN daripada ke HPN Medan. Saya membaca tulisan itu ketika baru sudah di New York. Duh, rasanya dia menyasar saya. Di Medan juga mantan wartawan Harian Kompas dan anggota Dewan Pers mendeklarasikan dirinya untuk ikut berkompetisi dalam pemilihan Ketua Umum PWI Pusat periode yad. Hendry yang pernah menjadi Sekjen PWI memang cukup layak untuk Ketum PWI Pusat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!