Mengenang Tragedi Gempa Jogja 2006: Kerusakan dan Korban Jiwa yang Membekas
VISI.NEWS | JOGJA - Tepatnya 19 tahun lalu atau (27/5/2006), gempa bumi besar mengguncang wilayah Bantul, Yogyakarta, Klaten, dan sekitarnya.
Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,9 itu terjadi pada pagi hari pukul 05.53 WIB, dengan episenter 38 km selatan Yogyakarta dan kedalaman 33 kilometer.
Durasi getaran gempa tersebut berlangsung cukup lama, yaitu 57 detik. Setelah itu, masih ada beberapa gempa susulan yang memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan gempa utama.
Akibat gempa Yogyakarta 27 Mei itu, tercatat lebih dari 5.000 orang meninggal dunia dan 20.000 orang luka-luka serta menyebabkan banyak bangunan roboh, rusak total, atau rusak berat, termasuk tempat tinggal warga.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul saat itu, Dwi Daryanto mengatakan bukan gempa yang membunuh manusia, melainkan robohnya bangunan.
“Gempa tidak membunuh, tetapi bangunan yang menyebabkan korban luka dan meninggal dunia,” kata Dwi dikutip dalam keteranganya pada (27/5/2006).
Kala gempa mengguncang, bahkan sempat muncul isu akan terjadinya tsunami yang menciptakan kepanikan dan suasana mencekam.
Warga kemudian berbondong-bondong ke luar rumah hingga memenuhi jalanan untuk menyelamatkan diri. Namun, gempa Yogyakarta 2006 dipastikan tidak menyebabkan adanya gelombang tsunami.
Rumah sakit penuh dan ekonomi lumpuh
Pascagempa, seluruh rumah sakit di wilayah terdampak, baik pemerintah maupun swasta dipenuhi dengan korban. Para korban berdatangan dengan luka ringan, parah, hingga meninggal dunia.
Bahkan, beberapa rumah sakit tak sanggup menampung korban yang terus-menerus berdatangan. Akibatnya sejumlah korban gempa dirawat di halaman rumah sakit.
Masyarakat atau warga terdampak juga harus menghadapi kondisi ekonomi yang lumpuh total akibat gempa.
Pasar yang menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat Yogyakarta tidak beroperasi. Bangunan itu roboh dan nyaris rata dengan tanah.
Pusat pertokoan di kawasan Malioboro dan warung-warung makan pun tutup.
Listrik di rumah warga juga padam, operasional Bandara Adisutjipto terhenti, stasiun kereta api hingga situs candi mengalami kerusakan. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!