Mengapa Waisak Digelar di Candi Borobudur dan Candi Mendut? Ini Penjelasannya

Desi Rossilawati
Senin, 12 Mei 2025 | 14:02 WIB
Bagikan
Mengapa Waisak Digelar di Candi Borobudur dan Candi Mendut? Ini Penjelasannya

Dikutip dari buku 'Candi Borobudur dan Keagungan Perayaan Waisak' dari Pusat Data dan Analisa Tempo (2020), perayaan Waisak diadakan di Candi Mendut dan Candi Borobudur karena kedua candi tersebut adalah dua pusaka tunggal zaman Buddha di Nusantara.

Dipercayai secara mistik, kekuatan Indonesia terletak pada dua tempat yang dianggap suci tersebut.

Waisak pada dasarnya menandai tiga peristiwa penting dalam perjalanan Siddharta Gautama, yaitu ketika lahir, mendapatkan kesempurnaan, dan ketika moksa. Tiga peristiwa ini disebut dengan Trisuci Waisak.

Pada saat prosesi Kirab Waisak mengarak Api Dharma dan Air Berkah, dimulai dengan pembacaan doa parita di depan altar bagian barat Candi Mendut. Adapun ucapan yang dituturkan berupa:

"Air sebagai lambang berkah dari Waisak dan api sebagai lambang semangat umat untuk memperbaiki kehidupan di masa mendatang".

Prosesi Kirab Waisak ini juga dimeriahkan dengan iring-iringan pawai kostum, hingga menyebarkan bunga di sepanjang perjalanan oleh para biksu.

Tidak hanya itu, pada prosesi Kirab Waisak, umat Buddha juga akan mengarak berbagai hasil bumi seperti buah-buahan dan sayuran dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.

Menambahkan dari Kompas.com (12/5/2025), prosesi Kirab Waisak tahun ini akan berlangsung mulai pukul 14.00 sampai pukul 16.00 WIB.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.