Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Mengapa Kaum Muda Warga China Enggan Menikah?

Desi Rossilawati
Rabu, 12 Februari 2025 | 02:30 WIB
Bagikan
Mengapa Kaum Muda Warga China Enggan Menikah?
VISI.NEWS | BANDUNG - Jumlah pasangan yang mendaftarkan pernikahan di China pada 2024 mencapai titik terendah sejak pemerintah mulai mencatat statistik pada 1986. Menurut data Kementerian Urusan Sipil China, hanya sekitar 6,1 juta pasangan yang menikah tahun ini, turun 20,5 persen dibandingkan 2023. Tren ini telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Pada 2013, jumlah pernikahan yang tercatat hanya mencapai 13 juta. Meski sempat pulih pada 2023 setelah pencabutan pembatasan COVID-19, angka pernikahan kembali turun tajam. Penurunan angka pernikahan tersebut sejalan dengan penyusutan populasi China yang telah terjadi selama tiga tahun berturut-turut. Pada 2024, jumlah penduduk usia produktif (16-59 tahun) menurun sebanyak 6,83 juta orang. Sebaliknya, populasi usia lanjut justru meningkat sebesar 22 persen.

Upaya Pemerintah yang Belum Berhasil

Dalam menghadapi krisis demografi ini, pemerintah China telah mengambil berbagai langkah, termasuk menawarkan insentif finansial, menyelenggarakan pernikahan massal, membatasi tradisi mahar, dan melakukan kampanye propaganda untuk mendorong pernikahan. Sejak 2022, Asosiasi Keluarga Berencana China bahkan meluncurkan program untuk menciptakan 'budaya perkawinan dan melahirkan era baru.' Namun, kebijakan ini belum cukup menarik minat kaum muda.

Penyebab Enggannya Kaum Muda Menikah

Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya angka pernikahan di China mencakup: Penurunan angka kelahiran juga dianggap sebagai dampak jangka panjang dari kebijakan satu anak yang diterapkan selama puluhan tahun.

Perceraian Sedikit Meningkat Meski Ada Masa Tenang

Sementara angka pernikahan menurun, angka perceraian justru mengalami sedikit peningkatan. Pada 2024, hampir 2,6 juta pasangan bercerai, meningkat 28.000 dari tahun sebelumnya. China sebelumnya telah memberlakukan masa tenang selama 30 hari sejak 2021 bagi pasangan yang ingin bercerai. Meski bertujuan untuk mengurangi angka perceraian, kebijakan ini mendapat kritik karena dianggap dapat menyulitkan perempuan yang ingin keluar dari pernikahan yang bermasalah atau penuh kekerasan. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.