Mendunia! Ini 4 Desa Wisata Indonesia yang Diakui Berkelas Internasional
Berbagai ritual keagamaan di desa ini masih dijalankan secara konsisten. Salah satunya, masyarakat Panglipuran masih rutin melaksanakan persembahyangan di Pura Penataran setiap 15 hari sekali. Komitmen masyarakat setempat dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal tersebut mengantarkan desa Panglipuran meraih pengahrgaan Best Tourism Villages 2023 dari United Nation Tourism.
3. Desa Wisata Jatiluwih
Desa wisata Jatiluwih terletak di kaki gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Desa ini terkenal dengan panorama padi rice terrace yang membentang indah di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut, dengan suasana yang sejuk dan disuguhkan dengan pemandangan matahari yang terbenam.
Keunikan desa wisata jatiluwih juga terletak pada sistem pengairan tradisional subak, yaitu sistem irigasi berbasis masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Setiap subak memiliki struktur organisasi sendiri yang dipimpin oleh Pekaseh, serta dilengkapi pura sebagai tempat pemujaan Dewi Kesuburan. Pada tahun 2012, Subak Jatiluwih ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
Tak hanya itu, prestasi terbaru desa wisata Jatiluwih menorehkan pengkuan internasional dengan meraih penghargaan Best Tourism Villages oleh UN Tourism di tahun 2024 bersama dengan desa wisata Wukisari di D.I. Yogyakarta.
4. Desa Wisata Wukirsari
Desa Wisata Wukirsari terletak di Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Desa ini memiliki beragam daya tarik wisata, mulai dari kekayaan budaya hingga panorama alam. Beberapa destinasi yang terkenal di antaranya Embung Imogiri yang berbentuk menyerupai gunungan wayang, serta Bukit Bego yang menyuguhkan pemandangan alam yang indah.
Selain wisata alam dan budaya, Wukirsari juga dikenal sebagai sentra ekonomi kreatif, khususnya batik tulis. Kampung Giriloyo menjadi pusat batik tulis yang kerap dikunjungi oleh pelajar dan mahasiswa untuk belajar langsung proses membatik. Hal ini sejalan dengan mata pencaharian mayoritas warga setempat yang berprofesi sebagai perajin batik.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!