Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Kurikulum Merdeka Akan Diganti dengan Kurikulum Deep Learning
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 9 November 2024 | 19:30 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengungkapkan bahwa akan ada perubahan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka yang saat ini diterapkan kabarnya akan digantikan dengan kurikulum baru yang dikenal dengan nama Deep Learning.
"Jadi arah pembelajaran ke depan itu mau saya arahkan ke namanya deep learning," ungkap Abdul Mu'ti.
Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa Kurikulum Deep Learning dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa. Kurikulum ini mendorong guru untuk lebih kreatif dan berimprovisasi dalam mengajar. Salah satu perubahan besar yang akan diterapkan adalah pengurangan jumlah mata pelajaran di sekolah, sehingga materi yang diajarkan akan lebih sedikit namun lebih fokus. Dengan pendekatan ini, meski materi yang dipelajari lebih ringan, guru akan lebih mendalami setiap topik untuk memperkuat pemahaman siswa.
“Mata pelajarannya itu nanti dikurangi. Sehingga materi pelajarannya mungkin ringan, tetapi cara menjelaskannya mendalam, Dengan cara itu, guru bisa berimprovisasi, murid bisa berkembang pemikirannya," imbuh Abdul Mu'ti.
Kurikulum Deep Learning terdiri dari tiga elemen utama yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, yaitu Mindfull Learning, Meaningfull Learning, dan Joyfull Learning.
1. Mindfull Learning
Mindfull Learning bertujuan untuk memberikan ruang bagi siswa agar dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini juga memperhatikan perbedaan kebutuhan dan potensi masing-masing siswa, memastikan bahwa setiap individu dapat belajar dengan cara yang sesuai dengan kemampuan mereka.
2. Meaningfull Learning
Dalam elemen Meaningfull Learning, siswa diajak untuk memahami alasan di balik setiap materi pelajaran yang mereka pelajari. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menekankan pentingnya siswa mengetahui mengapa suatu topik diajarkan dan bagaimana hal itu dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman ini, siswa diharapkan menjadi lebih termotivasi untuk belajar.
3. Joyfull Learning
Elemen Joyfull Learning terkait erat dengan Meaningfull Learning. Dengan mengetahui tujuan dan manfaat dari materi yang dipelajari, siswa dapat merasakan pembelajaran yang lebih menyenangkan. Namun, Joyfull Learning bukan hanya tentang kesenangan semata, melainkan lebih pada kepuasan yang datang dari pemahaman yang mendalam terhadap materi yang diajarkan. Pendekatan ini memastikan bahwa siswa tidak hanya senang belajar, tetapi juga benar-benar menguasai materi tersebut.
Dengan ketiga elemen ini, Kurikulum Deep Learning diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!