Mendagri: 300 BUMD Masih Merugi, Total Kerugian Capai Rp5,5 Triliun
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 16 Juli 2025 | 16:30 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa dari total 1.091 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Indonesia, masih ada sekitar 300 BUMD yang mencatatkan kerugian.
"Dari jumlah BUMD tersebut 678 BUMD memperoleh laba, 300 BUMD rugi. Ada 113 belum laporkan data terakhir, sebagian besar BUMD yang mengalami kerugian berasal dari sektor aneka usaha," jelas Tito dalam rapat bersama Komisi II DPR RI pada Rabu (16/7/2025).
Kemendagri mencatat, total kerugian dari 300 BUMD tersebut mencapai Rp 5,5 triliun. Sementara itu, total aset seluruh BUMD tercatat sebesar Rp 1.240 triliun, dengan laba kumulatif Rp 29,6 triliun dan setoran dividen ke daerah Rp 12,02 triliun.
Dari sisi kepemilikan, sebanyak 172 BUMD berada di bawah provinsi, 714 milik kabupaten, dan 205 milik pemerintah kota.
Tito menyebut sektor yang paling mendominasi keuntungan BUMD adalah perusahaan air minum daerah dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), karena sifat usahanya yang cenderung monopoli di wilayah masing-masing.
"Karena ini cenderung lebih didominasi atau monopoli Pemerintah daerah. Kemudian, bank perekonomian rakyat (BPR). Ini yang paling banyak menghasilkan laba," ungkapnya.
Lebih lanjut, Tito menyoroti PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BPD Jabar-Banten) sebagai BUMD dengan laba tertinggi, mencapai Rp 678 miliar. Sebaliknya, laba paling rendah tercatat hanya Rp 1 juta oleh PT BPR BKK Wonosobo. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!