Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Mendadak Mual Muntah, Puluhan Guru dan Siswa di Sukabumi Diduga Keracunan MBG

Desi Rossilawati
Jumat, 30 Januari 2026 | 10:15 WIB
Bagikan
Mendadak Mual Muntah, Puluhan Guru dan Siswa di Sukabumi Diduga Keracunan MBG

VISI.NEWS | SUKABUMI - Puluhan siswa, guru serta wali murid di wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (28/1/20206), makanan yang mereka konsumsi berasal dari sebuah dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di Desa Loji Kecamatan Simpenan.

Pada hari itu, makanan diterima pihak sekolah pukul 08.00 WIB selanjutnya dibagikan pukul 08.30 WIB. Beberapa jam kemudian, gejala keracunan muncul.

Dalam laporan tertulis Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi disebutkan kejadian ini bermula dari siswa SD Bojongkopo yang datang ke IGD Puskesmas Simpenan pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Siswa itu mengeluhkan mual, muntah disertai diare.

Selanjutnya sekitar pukul 15.10 WIB, datang guru dari PAUD Alhadi ke IGD Puskesmas Simpenan yang mengeluhkan kondisi serupa ditambah dengan demam.

Lalu sejak pukul 16.00 WIB sampai Kamis (29/1/2026) dini hari tepatnya pukul 01.30 WIB, siswa, dan guru bahkan ada diantaranya yang merupakan wali murid berdatangan ke Puskesmas Simpenan, hingga jumlahnya mencapai 22 orang.

“Jadi sampai malam itu ada 22 pasien, yang terduga akibat keracunan makanan, yang enam orang dirujuk ke RSUD Palabuhanratu, yang satu masih diobservasi di Puskesmas Simpenan dan 15 orang dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Masykur Alawi.

Mereka berasal dari beberapa sekolah dasar yakni SDN Bojongkopo, SDN Gunungbiru, SDN Citamiang SDN Loji, SDN Cibeas sebuah PAUD Al-hadi dan sebuah Madrasah Aliyah Sirojudin. Sekolah itu berada di Desa Loji serta Desa Sangrawayang.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.