AI dan Industri Kreatif Jadi Sorotan, DELF 2026 Hong Kong Gaet 4.000 Peserta 31 Aug 2026 Cuaca Bandung Cerah Berawan, Suhu Capai 30 Derajat Celsius 31 Aug 2026 Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 AI dan Industri Kreatif Jadi Sorotan, DELF 2026 Hong Kong Gaet 4.000 Peserta 31 Aug 2026 Cuaca Bandung Cerah Berawan, Suhu Capai 30 Derajat Celsius 31 Aug 2026 Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026

Menaker Ajak Generasi Muda Hidupkan Nilai Pancasila

ED
PN
Senin, 1 Juni 2026 | 17:23 WIB
Bagikan
Menaker Ajak Generasi Muda Hidupkan Nilai Pancasila

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang berlangsung di Plaza Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin (1/6/2026), mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. /visi.news/ist

VISI.NEWS | JAKARTAMenteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajak generasi muda Indonesia untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikannya sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 yang berlangsung di Plaza Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang menurut Yassierli bukan sekadar slogan seremonial, melainkan refleksi atas peran penting Pancasila dalam menjaga persatuan Indonesia sekaligus memberikan kontribusi bagi terciptanya perdamaian global.

Dalam amanatnya, Yassierli menekankan bahwa Pancasila harus dipahami sebagai ideologi yang hidup atau living ideology, yang tidak hanya dihafalkan, tetapi benar-benar diterapkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau pajangan di ruang-ruang kantor maupun sekadar materi pelajaran di sekolah.

“Nilai-nilai luhur Pancasila tidak boleh hanya menjadi hiasan dinding kantor atau sekadar teks di buku sejarah, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yassierli di hadapan peserta upacara.

Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis sebagai penjaga masa depan bangsa. Karena itu, pemahaman terhadap Pancasila harus terus diperkuat agar mampu menjadi fondasi moral dalam menghadapi berbagai perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang terjadi secara cepat.

Selain menyampaikan pesan kepada generasi muda, Yassierli juga memberikan arahan kepada seluruh pegawai Kementerian Ketenagakerjaan agar menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan publik yang lahir harus mencerminkan prinsip keadilan sosial dan keberpihakan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok yang paling membutuhkan perlindungan negara.

“Saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” katanya.

Menurut Yassierli, implementasi Pancasila dalam pelayanan publik merupakan salah satu bentuk nyata pengamalan nilai-nilai kebangsaan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Menaker juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan bangsa di tengah berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi informasi dan media sosial.

Ia menilai penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan berbagai bentuk provokasi yang dapat memecah belah masyarakat harus terus diwaspadai.

“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” tegasnya.

Yassierli menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila tidak boleh dipandang sebagai kegiatan rutin tahunan semata. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi bersama mengenai sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, Pancasila telah terbukti menjadi fondasi yang mampu menjaga keutuhan Indonesia sebagai negara yang memiliki tingkat keberagaman sangat tinggi.

Dengan lebih dari 17.000 pulau, ratusan kelompok etnis, bahasa daerah, serta berbagai agama dan budaya, Indonesia dapat tetap berdiri kokoh karena memiliki Pancasila sebagai pemersatu bangsa.

Yassierli menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila juga relevan dalam konteks global. Di tengah meningkatnya konflik, ketegangan geopolitik, dan berbagai krisis internasional, Pancasila menawarkan prinsip-prinsip kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian yang dapat menjadi inspirasi bagi dunia.

Ia menyebut tema peringatan tahun ini sebagai penegasan bahwa Pancasila tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga memiliki nilai universal yang dapat berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih damai.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Pancasila juga menjadi jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yassierli menekankan bahwa perkembangan teknologi yang begitu cepat harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan dan moralitas. Tanpa fondasi nilai yang kuat, kemajuan teknologi justru berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial yang dapat mengancam persatuan bangsa.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menanamkan semangat gotong royong, toleransi, keadilan, dan persatuan yang menjadi inti dari Pancasila.

Menurutnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan bangsa dalam menjaga karakter dan jati dirinya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh jajaran pejabat serta pegawai kementerian. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh aparatur negara dalam menjadikan Pancasila sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui peringatan ini, pemerintah berharap semangat Pancasila terus hidup dalam setiap aspek kehidupan bangsa, sehingga mampu menjadi kekuatan pemersatu sekaligus pedoman menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.