Memasuki Musim Hujan BPBD Solo Pantau 30 Titik Rawan Bencana 24 Jam
VISI.NEWS | SOLO - Menghadapi musim penghujan dengan intensitas tinggi akhir tahun 2022 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, memberikan perhatian khusus setidaknya terhadap 30 titik lokasi rawan bencana dengan potensi kerawanan cukup besar di 5 wilayah kecamatan se Kota Solo, yaitu Kecamatan Banjarsari, Pasar Kliwon, Jebres, Serengan dan Laweyan.
Kepala BPBD Solo, Nico Agus Putranto, mengungkapkan kepada wartawan, Selasa (1/11/2022) malam, Kota Solo yang banyak dilintasi aliran sungai yang bermuara di Bengawan Solo, berpotensi terkena bencana baik bencana alam maupun non-alam, terutama banjir, longsor dan angin puting beliung. "Antara bulan Januari sampai Oktober 2022 saja, di Kota Solo sudah terjadi 81 kali bencana, yaitu banjir dan angin puting beliung. Bahkan ketika terjadi hujan lebat belum lama ini, dua RT di Kelurahan Pucangsawit, yaitu RT 02 dan RT 03 RW 06, terjadi genangan banjir. Setidaknya 108 rumah terdampak dan ratusan orang harus mengungsi. Selain itu juga terjadi angin puting beliung yang merobohkan 5 pohon besar dan ada yang menimpa mobil," katanya.
Di luar 30 titik lokasi rawan bencana yang menjadi fokus pantauan BPBD, menurut Nico, dia juga melakukan pantauan dan menugaskan aparat untuk patroli di kawasan yang dilintasi sungai dalam kota. Pemantauan tersebut, didasarkan pada kejadian banjir terakhir yang melanda Kelurahan Pucangsawit, akibat meluapnya Kali Kopi yang sudah 12 tahun tidak terjadi luapan. "Semoga tidak terjadi bencana di Kota Solo. Karena bencana bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Kalau terjadi bencana, bukan hanya bisa menimbulkan kerugian materi, tetapi juga bisa jatuh kurban jiwa," tandasnya.
Menanggapi pertanyaan VISI.NEWS, Kepala BPBD itu menjelaskan, masyarakat telah dilatih menyiapkan diri melakukan mitigasi untuk meminimalkan dampak bencana. Di puluhan titik lokasi rawan bencana, BPBD bersama pihak-pihak terkait telah menyiapkan satuan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) agar bisa berkolaborasi menanggulangi dampak bencana.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!