Memasuki Musim Hujan BPBD Solo Pantau 30 Titik Rawan Bencana 24 Jam
"Masyarakat disiapkan agar siaga menghadapi bencana, sehingga dapat meminimalkan dampak bencana. Persiapan masyarakat menghadapi bencana dengan hal-hal sederhana, seperti mengamankan barang-barang berharga, peralatan elektronik, mencegah jaringan listrik terkena air dan sebagainya. Peranan masyarakat dalam mitigasi bencana sangat besar, sehingga harus dilakukan masyarakat sendiri," tandasnya.
Bersamaan dengan pelatihan yang melibatkan komponen masyarakat, agar masyarakat tidak menjadi obyek penyelamatan tetapi subyek penyelamatan, BPBD Kota Solo juga memetakan sejumlah titik potensi rawan bencana yang terdampak proyek pembangunan khususnya perbaikan drainase.
Nico Agus Putranto, yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kristiana Hariyanti dan Kepala Dinas Perhubungan, Muhammad Taufiq, menyebut contoh pembangunan rel layang atau Elevated Rail di kawasan Simpang Joglo termasuk rawan banjir. Selain itu, Kelurahan Kedung Lumbu, Kampung Baru, Kelurahan Pasar Kliwon, Semanggi,bantaran Kali Jenes, Kelurahan Joyosuran, Mojo, Sangkrah di Kecamatan Pasar Kliwon juga berpotensi bencana banjir.
Sedangkan di Kecamatan Jebres, wilayah langganan banjir di Kelurahan Gandekan, Kelurahan Sewu, Kelurahan Pucang Sawit, Kelurahan Jagalan dan Gulon. "Kajian pemetaan itu berdasarkan kejadian bencana tahun 2021 lalu. Sedangkan di beberapa titik juga sedang ada pembangunan drainase yang belum selesai," tutur Nico lagi.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!