IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Memasuki Musim Hujan BPBD Solo Pantau 30 Titik Rawan Bencana 24 Jam

ED
Kamis, 3 November 2022 | 05:50 WIB
Bagikan
Memasuki Musim Hujan BPBD Solo Pantau 30 Titik Rawan Bencana 24 Jam

"Masyarakat disiapkan agar siaga menghadapi bencana, sehingga dapat meminimalkan dampak bencana. Persiapan masyarakat menghadapi bencana dengan hal-hal sederhana, seperti mengamankan barang-barang berharga, peralatan elektronik, mencegah jaringan listrik terkena air dan sebagainya. Peranan masyarakat dalam mitigasi bencana sangat besar, sehingga harus dilakukan masyarakat sendiri," tandasnya.

Bersamaan dengan pelatihan yang melibatkan komponen masyarakat, agar masyarakat tidak menjadi obyek penyelamatan tetapi subyek penyelamatan, BPBD Kota Solo juga memetakan sejumlah titik potensi rawan bencana yang terdampak proyek pembangunan khususnya perbaikan drainase.

Nico Agus Putranto, yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kristiana Hariyanti dan Kepala Dinas Perhubungan, Muhammad Taufiq, menyebut contoh pembangunan rel layang atau Elevated Rail di kawasan Simpang Joglo termasuk rawan banjir. Selain itu, Kelurahan Kedung Lumbu, Kampung Baru, Kelurahan Pasar Kliwon, Semanggi,bantaran Kali Jenes, Kelurahan Joyosuran, Mojo, Sangkrah di Kecamatan Pasar Kliwon juga berpotensi bencana banjir.

Sedangkan di Kecamatan Jebres, wilayah langganan banjir di Kelurahan Gandekan, Kelurahan Sewu, Kelurahan Pucang Sawit, Kelurahan Jagalan dan Gulon. "Kajian pemetaan itu berdasarkan kejadian bencana tahun 2021 lalu. Sedangkan di beberapa titik juga sedang ada pembangunan drainase yang belum selesai," tutur Nico lagi.@tok

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.