Media Sosial Memicu Standar Kecantikan Tak Sehat di Kalangan Remaja Indonesia
Konsekuensi dari ketidakpuasan terhadap tubuh sangat parah, menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan rendahnya harga diri. Masalah ini mempengaruhi kedua jenis kelamin: meskipun wanita sering kali menginginkan tubuh langsing, pria menghadapi tekanan untuk tampil berotot dan atletis. Dukungan orang tua dan teman sebaya memainkan peran penting dalam mengurangi tekanan-tekanan ini.
Penguatan positif dari keluarga dan teman dapat membantu meningkatkan harga diri fisik dan mengurangi perbedaan citra tubuh dalam beberapa konteks. Mendorong perspektif yang sehat dan seimbang mengenai citra tubuh sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan mental.
Mempromosikan citra tubuh yang sehat melibatkan pengakuan terhadap keragaman tipe tubuh dan fokus pada kesejahteraan secara keseluruhan dibandingkan standar yang tidak realistis. Inisiatif seperti Health at Every Size menganjurkan untuk menerima dan menghargai semua tipe tubuh, menekankan kesehatan dan kebahagiaan di atas penampilan.
Meningkatnya permasalahan body image di kalangan remaja Indonesia merupakan permasalahan kompleks yang dipengaruhi oleh media sosial, norma budaya, dan faktor sosial ekonomi. Untuk mengatasi masalah ini memerlukan pendekatan multifaset, termasuk lingkungan keluarga yang suportif, penggunaan media yang bertanggung jawab, dan perubahan menuju penilaian kesehatan dibandingkan estetika.
Jika artikel ini menimbulkan masalah bagi Anda, atau jika Anda mengkhawatirkan seseorang yang Anda kenal, kunjungi https://findahelpline.com/topics/eating-body-image atau hubungi penyedia layanan kesehatan setempat.
- Dr Shally Novita adalah dosen Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Minat penelitiannya meliputi pengembangan literasi dan numerasi, faktor lingkungan dalam kompetensi kognitif, dan permasalahan psikologis pada anak dan remaja.
- Dr Asteria Devy Kumalasari adalah dosen Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Kajian berbagai aspek kebahagiaan dan hubungan interpersonal menjadi topik penelitiannya. Dia juga seorang psikolog yang menangani remaja dan dewasa.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!