IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Media Sosial Memicu Standar Kecantikan Tak Sehat di Kalangan Remaja Indonesia

ED
Kamis, 13 Juni 2024 | 20:17 WIB
Bagikan
Media Sosial Memicu Standar Kecantikan Tak Sehat di Kalangan Remaja Indonesia

Di Indonesia, penggunaan media sosial tersebar luas, dengan lebih dari 100 juta pengguna aktif. Instagram sangat populer di kalangan anak muda karena menawarkan filter dan efek yang mudah digunakan untuk menyempurnakan gambar, sehingga membuat mereka mematuhi standar kecantikan yang tidak realistis. Umpan balik positif, dalam bentuk suka dan komentar, memperkuat standar kecantikan masyarakat.

Untuk mencapai validasi serupa, individu sering kali melakukan berbagai strategi pengelolaan berat badan, mulai dari diet hingga rutinitas olahraga berat.

Pandemi COVID-19 juga memperburuk masalah citra tubuh, dengan meningkatnya penggunaan media sosial yang menyebabkan lebih seringnya melakukan perbandingan dengan sosok ideal. Paparan gambar yang tampak sempurna secara terus-menerus dapat meningkatkan ketidakpuasan dan berdampak negatif pada harga diri. Tren ini menyoroti perlunya penggunaan media sosial yang bertanggung jawab dan penggambaran kecantikan yang realistis.

Banyak masyarakat Indonesia, terutama yang berada di luar perkotaan, kesulitan mengakses makanan sehat dan fasilitas olah raga. Pola makan tradisional yang kaya akan makanan berkalori tinggi seperti santan dan minyak sawit dalam masakan Minang, Sunda, dan Jawa sangat populer dan mudah diakses oleh masyarakat Indonesia. Ditambah dengan tingginya biaya alternatif kesehatan dan layanan kebugaran, mencapai kecantikan ideal di media sosial sulit bagi banyak orang. Status sosial ekonomi juga mempengaruhi masalah citra tubuh.

Berdasarkan studi longitudinal yang menggunakan data Survei Kehidupan Keluarga Indonesia, ketimpangan status sosial ekonomi akibat berat badan berlebih telah menurun secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Studi tersebut menunjukkan bahwa obesitas semakin banyak menimpa kelompok masyarakat miskin Indonesia.

Fenomena ini erat kaitannya dengan mahalnya harga makanan sehat, rendahnya harga makanan olahan, pola hidup menetap dan mahalnya kualitas fasilitas olah raga di Indonesia.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.