Media Sosial Geger dengan Isu Penculikan Bocah di Bandung Barat, Polisi Pastikan Tidak Benar
VISI.NEWS | BANDUNG - Media sosial sempat dihebohkan dengan kabar dugaan penculikan bocah di wilayah Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dalam sebuah rekaman video yang viral, terlihat seorang perempuan paruh baya diduga pelaku penculikan, diamankan oleh warga. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (9/8/2024) di Kampung Legok Kondang, Kecamatan Gununghalu, sekitar pukul 19.13 WIB.
Dalam video yang beredar, dua orang diduga mencoba menculik seorang bocah, namun aksi mereka diketahui oleh orangtua korban sehingga salah satu pelaku berhasil diamankan oleh warga. Kabar ini langsung menyebar luas di media sosial dan memicu kekhawatiran masyarakat setempat.
Namun, Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, saat dikonfirmasi pada Senin (12/8/2024), menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. "Terkait informasi itu tidak benar adanya. Berdasarkan keterangan anggota Polsek, informasi awal soal penculikan itu dari wilayah Kecamatan Rongga, KBB," ujar Gofur.
Gofur menjelaskan, perempuan yang diamankan oleh warga pada malam kejadian bukanlah pelaku penculikan. Setelah dilakukan pengecekan oleh pihak kepolisian, diketahui bahwa perempuan tersebut adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang tidak bisa berkomunikasi. "Ibu-ibu itu berumur sekitar 60 tahun, tidak bisa berkomunikasi dan ODGJ. Setelah dikonfirmasi oleh anggota Polsek, dia langsung diminta membersihkan diri dan kemudian berjalan lagi ke arah Desa Bunijaya, tetapi kembali diamankan oleh warga dan akhirnya diserahkan ke dinas terkait," tambah Gofur.
Selain itu, Gofur juga mengklarifikasi bahwa seorang laki-laki yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut juga merupakan ODGJ. "Yang satu lagi jenis kelamin laki-laki mengaku bernama Ahmad, dia dijemput oleh anggota keluarganya. Jadi mereka berdua itu ODGJ dan dipastikan tidak ada percobaan penculikan," jelasnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, serta meminta agar kejadian serupa tidak disebarluaskan tanpa klarifikasi terlebih dahulu.
@shintadewip
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!