Masuk Perda KTR, Pemkot Larang Vape
VISI.NEWS | SURABAYA - Vape atau rokok elektrik termasuk dalam kategori yang diamanatkan pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya No 2 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Pasalnya, vape bersifat sama dengan rokok konvensional.
Hal ini pun turut ditegaskan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Dia mengatakan, Perda KTR tak hanya berlaku bagi rokok konvensional, melainkan juga berlaku untuk rokok elektrik atau vape. Karena menurutnya, kedua jenis rokok itu asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan.
“Jadi sama saja. Kan rokok itu karena asapnya mengandung nikotin dan tar, termasuk juga vape. Sehingga ada tempat-tempat yang memang tidak boleh merokok maupun vape,” kata wali kota, Jumat (12/8/2022).
Meski demikian, Eri menyadari bahwa tak mudah untuk mengubah langsung kebiasaan pola hidup masyarakat. Namun, dia memastikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus intens menyosialisasikan Perda KTR kepada masyarakat.
“Jadi nanti yang saya minta itu adalah sosialisasi kepada warga, dan warga juga harus ingatkan pada yang lain,” ujarnya.
Sekarang ini, Perda KTR di Kota Surabaya telah berjalan. Bahkan, Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan, beberapa titik lokasi di Kota Pahlawan telah disepakati sebagai Kawasan Tanpa Rokok.
“Kawasan Tanpa Rokok sudah jalan. Di beberapa titik sudah disepakati memang tidak boleh ada rokok, kayak di tempatnya mikrolet (angkutan umum) seperti itu,” ungkap dia.
Penerapan KTR di Surabaya, disebutkannya dilakukan secara bertahap. Juga, terkait dengan penerapan sanksi bagi pelanggar Perda KTR.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!