Masjidil Haram Padat, Jemaah Diminta Hafal Rute Bus dan Bawa Kartu Nusuk

Desi Rossilawati
Kamis, 22 Mei 2025 | 20:40 WIB
Bagikan
Masjidil Haram Padat, Jemaah Diminta Hafal Rute Bus dan Bawa Kartu Nusuk
VISI.NEWS | MAKKAH - Masjidil Haram di Makkah semakin padat menjelang puncak musim haji. Situasi ini membuat jemaah kerap berdesakan hingga terpisah dari rombongan, bahkan kebingungan saat mencari terminal bus Shalawat untuk kembali ke hotel. Menanggapi kondisi ini, Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam) Harun Al Rasyid mengingatkan pentingnya mengenali rute dan terminal bus. "Setiap jemaah memiliki kartu bus. Kartu ini harus selalu dibawa. Kalau tidak hafal bisa melihat kartu bus itu," ujar Harun di Makkah, Rabu (21/5/2025). Ada tiga terminal utama bus Shalawat di sekitar Masjidil Haram, yaitu Syib Amir, Jabal Ka’bah, dan Ajyad. Masing-masing melayani jemaah dari wilayah yang berbeda. Selain mengingat lokasi terminal, jemaah juga disarankan menggunakan bangunan ikonik seperti Zamzam Tower dan WC 3 sebagai penanda arah, karena di titik tersebut tersedia petugas Sektor Khusus Haram yang siap membantu. Harun juga mengimbau jemaah tidak membawa uang berlebihan dan menghindari mengenakan perhiasan mencolok untuk mencegah kehilangan. "Uang bawalah secukupnya. Sisanya itu nanti dikumpulin di Ketua Kloter atau Ketua Rombongan. Nanti bisa dititipkan di Hotel," ucapnya. Tips lain yang disampaikan yakni pergi ke masjid secara berkelompok agar bisa saling mengingatkan dan menjaga. Bila sampai terpisah, jemaah diminta tidak panik karena petugas siap membantu menunjukkan arah. Yang tak kalah penting, lanjut Harun, jemaah diminta membawa dan menyimpan kartu Nusuk secara aman. Kartu ini berfungsi seperti paspor haji dan wajib ditunjukkan saat masuk ke Masjidil Haram. "Jadi bawa selalu kartu Nusuk ini, bisa disimpan di tas bagian luar dan ditutup rapi. Agar tidak hilang dan terhindar dari penjambretan. Sebab, kartu nusuk ini bisa disalahgunakan," pesan Harun. Sebagai langkah antisipasi kesehatan, Harun juga mengimbau jemaah lansia, orang dengan kondisi fisik lemah, atau berkebutuhan khusus untuk tidak memaksakan salat di Masjidil Haram. Mereka dianjurkan beribadah di hotel demi menjaga stamina jelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.