Masalah Sampah di Kota Bandung, Ema Sumarna, "Ada 400 ton yang bisa kita selesaikan"

ED
Jumat, 5 Januari 2024 | 08:31 WIB
Bagikan
Masalah Sampah di Kota Bandung, Ema Sumarna, "Ada 400 ton yang bisa kita selesaikan"

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut berkat kinerja dari berbagai klaster. Sebanyak 109 ton sampah bisa terolah dengan baik, mulai dari klaster pendidikan, tempat ibadah, asosiasi perdagangan, dan perkantoran.

"Klaster ini tetap akan menjadi ukuran kinerja kita. Kemudian, sebanyak 256 ton sampah juga sudah dikelola dengan baik oleh para warga di komplek middle up. Mereka punya vendor untuk kerja sama, sehingga sampah tidak dibuang di TPA Sarimukti," tuturnya.

Ema menegaskan, tataran pemerintah harus menjadi pionir dalam memberikan contoh pengolahan sampah kepada masyarakat di lingkungan perkantorannya.

Terlebih, per 2 Januari lalu, TPA Sarimukti sudah tidak menerima sampah organik dan anorganik, hanya sampah residu.

"Sekarang tidak ada argumentasi lain jika sampah semua harus selesai di hulu. Tahun 2023 kita sudah memberikan daya dukung sarana prasarana, semoga berprogres ke tahun 2024. Kita budayakan penangan sampah dengan metode Kang Empos," jelasnya.

Sampai saat ini, ada 20 persen kelurahan di Kota Bandung telah diberikan ember dan karung, serta daya dukung anggaran untuk membuat hanggar maggot.

"Kita sudah bikin 175 tempat maggot di Gedebage. Targetnya tiap kelurahan bisa selesai mengolah 1 ton sampah organik per hari. Modal utamanya harus muncul rasa kesadaran dari diri kita. Jangan lelah untuk terus edukasi masyarakat," tuturnya.

Menurut Ema, jika warga telah tuntas mengolah sampah di hulu, maka tak perlu ada kewajiban membayar retribusi sampah kepada pemerintah.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.